covid-19

Wapres: Penyalahgunaan Narkoba Meningkat Selama Pandemi

"Salah satu faktor penyebabnya adalah stres yang dialami seseorang karena adanya perubahan situasi sosial dan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Sep 2021 13:53 WIB

Author

Heru Haetami

Penyalahgunaan narkoba, puluhan tersangka hasil Operasi Tumpas Semeru 2021 di halaman Mapolres Tulun

Penyalahgunaan narkoba, puluhan tersangka hasil Operasi Tumpas Semeru 2021 di halaman Mapolres Tulungagung Jatim, Rabu (15/9). (Antara/Destyan Sujarwoko)

KBR, Jakarta–    Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan, penelitian menunjukkan kecenderungan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelapnya terus meningkat.

Kata Wapres, salah satu penyebab adanya perubahan kondisi sosial dan ekonomi di masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Salah satu faktor penyebabnya adalah stres yang dialami seseorang karena adanya perubahan situasi sosial dan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah terpengaruh untuk menggunakan narkoba," kata Ma'ruf dalam acara webinar nasional "Ancaman Narkoba di Tengah Pandemi", Kamis (16/9/2021).

Wapres Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pembatasan yang diterapkan selama masa pandemi Covid-19 ini tidak menghentikan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Penjagaan ketat di setiap pintu keluar masuk suatu wilayah pun kata dia, tidak membuat para bandar dan sindikatnya berhenti untuk mengedarkan barang terlarang tersebut.

"Bahkan, muncul modus-modus baru penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di dunia," kata Ma'ruf.

Baca juga: Napi Narkoba Dominasi Lapas, UU Narkotika Perlu Direvisi

Polres Rejang Lebong Temukan Ladang Ganja Setengah Hektare


Wapres menyebut, perubahan pola perilaku masyarakat yang semakin tergantung pada internet juga mengubah cara pemasaran narkoba. Kata dia, para bandar semakin gencar menawarkan barang terlarang  tersebut secara daring melalui situs-situs gelap atau dark web.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba tidak lagi dapat dilakukan secara eksklusif, tetapi harus berorientasi inklusif. Kerja kolaboratif antara institusi penegak hukum, pendidikan, keagamaan dan lain-lain akan memegang peranan penting dan strategis," katanya.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?