covid-19

Wapres: Pandemi COVID-19 Buka Peluang Wisata Halal

Saat ini, menurut Maruf, tren pariwisata memberi perhatian khusus pada faktor "4-K" atau kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Sep 2021 20:19 WIB

Author

Heru Haetami

Wapres: Pandemi COVID-19 Buka Peluang Wisata Halal

Atraksi lompat batu andalan wisata Pulau Nias, Sumut. (Foto: Humas Kemenpar)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Maruf Amin menyebut, pandemi Covid-19 menjadi tantangan besar sektor pariwisata untuk kembali bangkit, dan berkontribusi terhadap pendapatan nasional.

Saat ini, menurut Maruf, tren pariwisata memberi perhatian khusus pada faktor "4-K" atau kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian. Perhatian khusus itu bisa menjadi peluang bagi pengelola pariwisata halal, untuk bisa kembali bangkit.

"Sejalan dengan tren dunia dalam mengembangkan 4K, maka wisata halal pun mengembangkan konsep pemenuhan aspek kebersihan, kenyamanan, dan kesesuaian dengan tuntunan agama," Kata Wapres saat meresmikan pembukaan Hybrid Event Leaders Summit Asia – Global Tourism Forum (GTF) 2021 di Jakarta, Rabu (15/09/2021).

Baca juga: Sandiaga Pastikan Pengembangan TN Komodo Tak Rusak Ekosistem

Baca juga: Ekonomi Kreatif Indonesia Peringkat Tiga Sedunia

Wakil Presiden juga menuturkan, tren pariwisata dunia saat ini juga sedang ditandai dengan peningkatan jumlah destinasi wisata halal. Tren seperti itu, tidak hanya terjadi di negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Semua itu dipicu karena meningkatnya jumlah pelancong asal Timur Tengah.

Sayangnya, di Indonesia, Wakil Presiden mengakui, pengembangan wisata halal masih terkendala rendahnya literasi masyarakat.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10