Wapres: Masih Ada Pemda di PPKM Level 1-3 Tak Berani Gelar PTM Terbatas

"Saya kira Mendikbud juga akan terus mendorong supaya semua daerah yang memang sudah memenuhi levelnya itu membuka. Supaya tidak tertinggal,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Sep 2021 17:02 WIB

Author

Heru Haetami

Wapres: Masih Ada Pemda di PPKM Level 1-3 Tak Berani Gelar PTM Terbatas

ilustrasi sekolah tatap muka

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengungkapkan masih ada pemerintah daerah yang belum berani menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah pandemi covid-19, meski sudah memenuhi syarat.

Namun, ia tidak menyebutkan, daerah mana saja yang belum berani menggelar PTM tersebut.

Pemerintah pusat, kata dia, akan terus mendorong daerah di level 1-3 untuk menggelar PTM, karena pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai tidak maksimal.

"Memang ada pemerintah daerah yang kelihatannya masih belum berani tapi akan terus didorong. Saya kira Mendikbud juga akan terus mendorong supaya semua daerah yang memang sudah memenuhi levelnya itu membuka. Supaya tidak tertinggal, sebab kita sudah tahu bahwa memang pembelajaran jarak jauh ini tidak maksimal," kata Ma'ruf usai meninjau pelaksanaan PTM di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021).

Baca: Wapres Dorong PTM Terbatas Tingkat Universitas

Ma'ruf Amin mengungkapkan, pelaksanaan PTM terbatas dilakukan untuk mengejar ketertinggalan belajar siswa akibat PJJ.

Untuk itu, ia meminta Mendikbudristek, Nadiem Makarim mendorong pemerintah daerah segera menggelar PTM jika wilayah masuk level 1-3.

Baca juga: 25 Ribu Siswa se-Lhokseumawe Ikuti PTM Terbatas

"Daerah-daerah yang masih belum berani, kita akan dorong, supaya mereka bisa memenuhi syarat-syarat ini minimal yang ditetapkan untuk membuka dan juga terkait dengan kesiapan orang tua dan izin orang tua. Kita harapkan sebab kalau lihat provinsinya hanya 3 yang di level 4 tapi memang kabupaten-kabupaten masih, tapi kita harapkan semua bisa level 3," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona