covid-19

Wacana Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman, Begini Wanti-wanti IAKMI

"Jangan kemudian kita malah mempersilakan "penyakit" datang atas dasar membawa devisa atau uang masuk, tapi penyakit tidak kita pedulikan"

BERITA | NASIONAL

Senin, 20 Sep 2021 20:06 WIB

Wacana Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman, Begini Wanti-wanti IAKMI

Wisatawan memindai QR Code saat akan memasuki kawasan wisata Pantai Legian, Badung, Bali, Sabtu (18/9/2021). (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

KBR, Jakarta - Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengingatkan pemerintah terkait wacana pembukaan sejumlah tempat wisata di Bali untuk wisatawan mancanegara.

Menurut Ketua IAKMI, Ede Surya Darmawan, pemerintah harus mampu mengendalikan dan memastikan wisatawan yang masuk ke Indonesia tidak membawa virus korona. Kata dia, tak boleh ada tawar menawar perihal penanganan Covid-19.

IAKMI lantas mewanti-wanti pemerintah untuk memastikan jangan sampai kebijakan pembukaan ini memperburuk situasi pandemi Covid-19 dengan adanya kluster baru.

"Jangan kemudian kita malah mempersilakan "penyakit" datang atas dasar membawa devisa atau uang masuk, tapi penyakit tidak kita pedulikan. Justru penyakit itu karena kalau masuk satu menyebar kemana-mana gak sebanding dengan multiplayer effect yang diakibatkan oleh hadirnya turis itu. Penyakit itu bisa mengakibatkan ekonomi Bali bisa mati lagi kalau muncul katakanlah klaster pariwisata yang dibawa dari internasional. Kita sangat tidak mengharapkan kejadian itu," katanya saat dihubungi KBR melalui sambungan telepon, Senin (20/9/21).

Ede menjelaskan, berkaca dari negara lain yang telah membuka untuk wisatawan asing, pemerintah Indonesia harus memastikan turis yang masuk sudah divaksin lengkap.

"Termasuk kemampuan skrining sejak awal masuk di Bandara juga sangat diperlukan untuk memastikan wisatawan tak terkena Covid-19," jelasnya.

Baca: Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Begini Strategi Menkes

Selain itu, tes PCR dan karantina juga hal yang penting untuk memastikan kondisi calon wisatawan benar-benar sehat.

"Pemerintah harus memperbanyak kemampuan deteksi dini untuk kemungkinan varian-varian baru virus corona dengan Whole Genome Sequencing (WGS)," ungkap Ede.

Tak hanya itu, Ede juga menyebut perlunya pemerintah memastikan protokol kesehatan ketat berjalan di tempat wisata.

Baca juga: Wapres: Pandemi COVID-19 Buka Peluang Wisata Halal

"Pemerintah juga diminta mewanti-wanti agar wisatawan tak kebablasan dan mengabaikan protokol kesehatan, karena bakal meningkatkan potensi penularan Covid-19," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investsi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan rencana pembukaan kembali pariwisata Bali untuk wisatawan asing pada Oktober 2021.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?