Resmikan Bendungan Paselloreng, Jokowi: Untuk Ketahanan Pangan

"Kita tahu bahwa ketahanan pangan itu suplai air dan air itu akan ada kalau kita memiliki sebanyak-banyaknya Bendungan,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 09 Sep 2021 13:46 WIB

Author

Dwi Reinjani

Presiden Jokowi ketika meresmikan bendungan Paselloreng di Wajo, Sumsel, Kamis (9/9/21). (Foto: Twit

Presiden Jokowi ketika meresmikan bendungan Paselloreng di Wajo, Sumsel, Kamis (9/9/21). (Foto: Twitter/@setkabgoid)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Paselloreng, di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (9/9/2021).

Bendungan dengan daya tampung hingga 138 juta meter kubik ini, diharapkan bisa mengairi persawahan yang akan dijadikan sebagai lumbung pangan di sana.

Menurutnya, diperlukan banyak bendungan sebagai mata air, untuk menjaga ketahanan pangan.

"Bendungan Paselloreng ini menelan biaya 771 miliar rupiah dan sudah dilengkapi dengan bendung irigasi di lereng yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional. Kita tahu bahwa ketahanan pangan itu suplai air dan air itu akan ada kalau kita memiliki sebanyak-banyaknya Bendungan," katanya saat meresmikan Bendungan Paselloreng, Kamis (09/09/2021).

Baca: Jokowi Resmikan Bendungan Bendo Senilai Rp1,1 Triliun

Jokowi menjelaskan, hingga Desember 2021 ini, pemerintah akan menyelesaikan 17 Bendungan di seluruh Indonesia.

Hal itu, kata dia, dilakukan agar tercipta lumbung-lumbung pangan yang memiliki hasil maksimal sebagai upaya ketahanan pangan Indonesia, salah satunya di Sulawesi Selatan.

"Dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam yang mungkin 1, bisa menjadi 2 hingga 3. Sehingga meningkatkan produktivitas lahan sampai akhirnya bisa kita harapkan meningkatkan kesejahteraan petani. Bendungan ini juga bermanfaat untuk ketahanan air, bisa mereduksi banjir di lereng, luasnya mencapai 489 meter persegi dan menyediakan air baku sebanyak, 145 liter per detik yang akan melayani 6 kecamatan di Kabupaten Wajo," pungkas Jokowi.

Berita lainnya:

      Editor: Kurniati Syahdan

      Komentar

      KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

      BERITA LAINNYA - NASIONAL

      Most Popular / Trending

      Kabar Baru Jam 7

      Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

      Kabar Baru Jam 8

      Wisata Sehat di Tengah Pandemi

      Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona