covid-19

Pasien COVID-19 Berkeliaran, Pengelola Mal Minta Pemerintah Tanggung Jawab

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta pemerintah memberi perhatian khusus kepada pengunjung yang telah ditolak masuk mal lantaran terdeteksi positif Covid-19.

BERITA | NASIONAL

Senin, 13 Sep 2021 18:29 WIB

Author

Heru Haetami

Pasien COVID-19 Berkeliaran, Pengelola Mal Minta Pemerintah Tanggung Jawab

Warga meminda kode batang QR code sebelum masuk mal di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021). (Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani)

KBR, Jakarta - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta pemerintah memberi perhatian khusus kepada pengunjung yang telah ditolak masuk mal lantaran terdeteksi positif Covid-19.

Ribuan orang itu terdeteksi positif virus korona melalui aplikasi PeduliLindungi.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menilai ribuan warga positif Covid-19 yang berkeliaran itu membahayakan masyarakat umum bila dibiarkan berkeliaran.

"Mereka yang positif Covid-19 itu kan seharusnya diisolasi. Saya kira pemerintah harus memberi perhatian khusus terhadap kejadian ini. Karena ternyata orang yang positif Covid-19 ternyata bisa berkeliaran. Kalau berkeliaran kan bisa merepotkan semua pihak," kata Alphonzus kepada KBR, Senin (13/9/2021).

Baca juga:

Alphonzus mengatakan pemerintah sempat menyinggung kalau penanganan pandemi butuh waktu lama, dan masyarakat akan hidup bersama dengan COVID-19.

"Tetapi bukan berarti orang-orang yang positif Covid-19 ini bisa berkeliaran sebebas-bebasnya untuk membahayakan masyarakat umum," kata Alphonzus.

Alphonzus Widjaja mengatakan, seseorang positif Covid-19 seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk diawasi secara ketat. Terlebih, kata dia, pemerintah merupakan pihak pemegang data seseorang yang terinfeksi sehingga berwenang memberikan peringatan.

"Pemerintah mempunyai data yang sangat lengkap terhadap orang-orang yang notifikasi warna hitam, ataupun orang-orang yang positif COVID. Dalam akun Pedulilindungi mereka tertera Nik, alamat jelas, nomor telepon dan sebagainya. Jadi seharusnya pemerintah bisa memastikan ataupun melarang mereka untuk berkeliaran," katanya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sebanyak lebih dari 1.500 orang positif COVID-19 nekat berkeliaran. Luhut mengatakan, temuan tersebut terungkap lewat aplikasi pedulilindungi.

“Terdapat 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat mencoba melakukan aktivitas publik,” kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (6/9/2021).

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7