covid-19

Menlu Retno Bertemu Perwakilan Taliban di Doha, Apa yang Dibahas?

"Tujuan dari kunjungan ke Doha yang sangat singkat ini kurang dari 24 jam antara lain untuk melakukan compare note mengenai situasi Afghanistan saat ini dan proyeksi ke depan..."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Sep 2021 16:53 WIB

Author

Heru Haetami

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Taliban

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengklaim telah bertemu dengan perwakilan pemerintah Taliban di Doha, Qatar, 26 Agustus 2021.

Menurut Menteri Retno, dalam pertemuan itu Taliban mengatakan akan berupaya membentuk pemerintahan yang inklusif, usai mengambil alih kekuasaan di Afghanistan.

"Taliban menyampaikan komitmen untuk berusaha keras membentuk pemerintahan yang inklusif. Upaya ini dinilai akan mengurangi risiko instabilitas domestik dan dinilai akan memudahkan Taliban dalam melakukan engagement dengan dunia luar," kata Retno dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kamis (2/9/2021).

Menlu Retno Marsudi menambahkan, Taliban juga telah menunjuk pejabat sementara untuk mengisi sejumlah posisi. Yakni, menteri pertahanan, menteri dalam negeri, menteri keuangan, menteri pendidikan tinggi, menteri pendidikan, intelijen, gubernur bank sentral, gubernur Kabul dan wali kota Kabul. 

Hal itu dilakukan karena ada kebutuhan mendesak terkait pengaturan pemerintahan. Kata Retno, penunjukan jabatan di pemerintah Taliban bersifat sementara. 

Dalam kunjungan kerjanya ke Doha, Retno juga melakukan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Qatar dan juga utusan khusus presiden Amerika Serikat untuk urusan Afghanistan.

"Tujuan dari kunjungan ke Doha yang sangat singkat ini kurang dari 24 jam antara lain untuk melakukan compare note mengenai situasi Afghanistan saat ini dan proyeksi ke depan. Sehingga akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan kedepannya," katanya.

Baca juga: Kemenangan Taliban dan Upaya BIN Cegah Bangkitnya Teroris di Indonesia

Taliban Klaim Perang Berakhir

Sebelumnya, Taliban menyatakan perang di Afghanistan sudah berakhir setelah mereka menduduki istana kepresidenan di Kabul pada Minggu (15/8).

Juru bicara Kantor Politik Taliban, Mohammad Naeem, kepada Al-Jazeera, yang dikutip Reuters, (16/8) mengklaim kebebasan negara dan kemerdekaan rakyat Afghanistan telah dicapai. Dia menyebut keberhasilan ini sebagai buah dari upaya dan pengorbanan selama 20 tahun.

Naeem mengatakan Taliban akan menyusun bentuk pemerintahan baru di Afghanistan. Dia juga ingin membangun hubungan internasional dan tak hidup dalam isolasi dan mengadopsi kebijakan internasional non-intervensi dua arah.

Taliban memerintahkan anggotanya untuk mengizinkan warga Afghanistan melakukan kegiatan sehari-hari dan tidak melakukan apa pun untuk menakut-nakuti warga sipil. Mereka juga menunggu pasukan asing angkat kaki dari Afghanistan.

Sementara itu sebagian besar warga Afghanistan yang memilih meninggalkan negara itu mengaku takut praktik masa lalu, seperti penerapan syariah, bakal diterapkan dengan cara yang sangat keras.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung