covid-19

Kesulitan Akses PeduliLindungi karena Tak Punya HP? Pemerintah Akan Fasilitasi

Kesulitan Akses PeduliLindungi karena Tak Punya HP? Pemerintah Akan Fasilitasi

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Sep 2021 23:08 WIB

Author

Heru Haetami

Kesulitan Akses PeduliLindungi karena Tak Punya HP? Pemerintah Akan Fasilitasi

Wisatawan memindai QR Code melalui aplikasi PeduliLindungi di kawasan wisata Uluwatu, Badung, Bali, Senin (13/9/2021). (Foto: ANTARA/Nyoman Hendra)

KBR, Jakarta - Pemerintah mulai mewajibkan masyarakat menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berkegiatan di ruang publik. Namun, banyak warga yang tidak memiliki peranti genggam smartphone atau telepon pintar.

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ganip Warsito menyatakan, ke depan pemerintah bakal memfasilitasi warga yang kesulitan mengakses aplikasi Pedulilindungi lantaran terkendala kepemilikan gawai.

Namun, Ganip tak menjelaskan secara rinci, metode apa yang akan menggantikan aplikasi tersebut.

"Memang untuk sementara yang bisa mengakses adalah yang memiliki gadget. Tapi ke depan kita juga akan memfasilitasi bagi yang tidak memiliki gadget atau pun smartphone," kata Ganip dalam konferensi pers usai meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di Banten, Kamis (16/9/2021).

Baca juga:

Ganip menjelaskan, data masyarakat yang telah divaksin memang sudah terakses secara otomatis dengan aplikasi PeduliLindungi.

Penggunaan aplikasi tersebut, kata dia, sejatinya untuk mencegah adanya penambahan kasus Covid-19, bersamaan dengan pelonggaran pengetatan dan pembukaan beberapa fasilitas publik.

Namun demikian, Ganip mengatakan jika syarat yang dicantumkan dalam Pedulilindungi adalah bukti sudah divaksin, sebetulnya sudah ada bukti secara fisik.

Sehingga kata dia, warga yang terkendala kepemilikan gawai masih bisa menggunakan fasilitas publik dengan menunjukan sertifikat fisik mereka.

"Kemudian juga diberikan bukti secara fisik yaitu surat keterangan sudah dimiliki ketika melakukan vaksin. Ada QR code-nya di situ. Kalau yang sudah lengkap dua kali dosis mendapat kartu vaksin. Ini juga bisa digunakan dalam kegiatan-kegiatan warga di fasilitas publik," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menyoroti penggunaan aplikasi Pedulilindungi sebagai syarat masyarakat mengakses fasilitas publik.

Dalam akun Twitter pribadinya, Puan meminta pemerintah memikirkan cara lain untuk warga yang kesulitan mengakses aplikasi tersebut lantaran tidak memiliki telepon pintar.

"Pemerintah harus memikirkan mekanisme lain bagi masyarakat yang tidak memiliki Smartphone," tulis Puan dalam akun twitter @puanmaharani_ri, Rabu (15/9/2021).

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung