covid-19

Kapolri Perintahkan Polisi Humanis dan Tak Reaktif Saat Kawal Kunjungan Presiden Jokowi

Pedoman itu diterbitkan melalui Surat Telegram (TR) Kapolri yang ditujukan kepada para Kasatwil Jajaran Polda se-Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Sep 2021 14:30 WIB

Author

Fadli Gaper

Kawal Kunker Jokowi, Kepolisian Humanis dan Tak Reaktif

Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja. (Foto: Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

KBR, Jakarta - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengamanan secara humanis dan tidak reaktif, saat mengawal kunjungan kerja Presiden Joko Widodo.

Juru Bicara Polri Argo Yuwono menjelaskan, pedoman itu diterbitkan melalui Surat Telegram (TR) Kapolri yang ditujukan kepada para Kasatwil Jajaran Polda se-Indonesia.

Argo mengungkapkan Surat Telegram Kapolri itu dikeluarkan, menyusul beberapa aksi masyarakat dan mahasiswa, yang menyampaikan aspirasi saat kunjungan kerja Presiden.

"Jadi pada prinsipnya bahwa dari kegiatan-kegiatan yang ada dan sudah terjadi makanya Bapak Kapolri instruksi kepada jajarannya agar jangan sampai terulang kembali. Tetap kita semuanya melaksanakan dengan humanis, dengan mengelola semua masyarakat yang akan memberikan atau menyampaikan pendapatnya," ujar Juru Bicara Polri Argo Yuwono (15/9/2021).

Baca juga: Kontras: Marak Pembungkaman Sipil di Era Jokowi

Baca juga: Demo Jokowi, Mahasiswa UNS Solo Diciduk Aparat

Ada delapan arahan Kapolri dalam Surat Telegram itu, antara lain, dalam setiap pengamanan kunjungan kerja Presiden agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif.

Jajaran kepolisian juga harus menyiapkan ruang bagi masyarakat atau kelompok, yang akan menyampaikan aspirasinya kepada Presiden. Tujuannya agar bisa dikelola dengan baik dan tidak melanggar ketertiban umum.

Baru-baru ini, seorang peternak ayam di Blitar, Jawa Timur, dan sejumlah mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sempat menyampaikan aspirasinya, saat Presiden Joko Widodo sedang melakukan kunjungan kerja.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung