Jokowi Tinjau Vaksinasi Disabilitas dan Abdi Dalem Kraton Yogyakarta

"Untuk 8000 orang masyarakat, baik itu (vaksinasi) penyandang disabilitas, para abdi dalam, lansia"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 10 Sep 2021 12:24 WIB

Author

Dwi Reinjani

Presiden Jokowi tinjau vaksinasi disabilitas dan abdi dalem kraton Yogyakarta, Jumat (10/09). (KBR/S

Presiden Jokowi tinjau vaksinasi disabilitas dan abdi dalem kraton Yogyakarta, Jumat (10/09). (KBR/Setpres)

KBR, Jakarta-   Presiden Joko Widodo, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa yogyakarta didampingi  pemerintah daerah. Dalam kegiatan tersebut sebanyak 8.000 vaksin akan diberikan kepada masyarakat termasuk abdi dalem keraton.

"Yang dilakukan untuk 8000 orang masyarakat, baik itu penyandang disabilitas, para abdi dalam, lansia dan juga mitra Grab dan masyarakat umum lainnya. Yang kita harapkan dapat memberikan dengan vaksinasi ini bisa memberikan perlindungan, bisa memberikan proteksi yang maksimal kepada masyarakat, sehingga kita semuanya bisa beraktifitas seperti biasa," ujar Jokowi, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi, Jumat (10/09/2021).

Presiden Joko Widodo juga mengatakan, percepatan vaksinasi akan terus dilakukan agar segera tercipta herd immunity dengan memberi memberi vaksin kepada 70 persen masyarakat Indonesia. 

Baca juga: Percepatan Vaksinasi di Daerah, Jokowi Perintahkan Stok Segera Dihabiskan

Presiden mengimbau warga terus mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapat vaksinasi.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah antusias, untuk vaksinasi ini akan memberikan proteksi memberikan perlindungan kepada kita semuanya karena Covid-19.Virus Corona tidak mungkin hilang secara total dan cara yang terbaik adalah melindungi diri, dengan vaksinasi dan juga melaksanakan protokol kesehatan secara ketat." Ujarnya.

Perpanjangan PPKM 

Pemerintah kembali melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali. Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan langkah ini untuk menekan penyebaran virus korona. 

Perpanjangan PPKM level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali, dilaksanakan terhitung mulai 7 hingga 13 September mendatang.

"Yang pertama, situasi perkembangan CVID-19 di Jawa-Bali terus mengalami perbaikan yang cukup berarti. Hal ini ditandai semakin sedikitnya kota/kabupaten berada di level 4. Dimana per tanggal 5 September 2021 hanya 11 kabupaten/kota di Jawa Bali yang ada di level 4, dimana sebelumnya ada 25 kabupaten/kota. Peningkatan yang signifikan ini terjadi pada level 2 yang meningkat, dari semula hanya 27 menjadi 43 kabupaten/kota dari wilayah aglomerasi juga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil turun ke level 3, sementara Bali kami perkirakan butuh waktu satu minggu lagi untuk turun ke level 3 dari level 4 akibat perawatan pasien di rumah sakit yang masih tinggi," ujar Luhut.

Baca juga: Kedatangan Tahap ke-50, Airlangga: Bukti Nyata Pemerintah Pastikan Stok Vaksin Covid-19

Luhut menambahkan, akan ada penyesuaian sejumlah kebijakan terkait perpanjangan PPKM level 2 hingga 4 di Jawa dan Bali karena kasus Covid turun. Seperti misalnya, perubahan pada aturan tempat ibadah, restoran, dan mal atau pusat perbelanjaan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona