covid-19

Jokowi Singgung Hak Perempuan Afghanistan di Sidang PBB

"Praktik kekerasan dan marginalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina yang semakin jauh dari harapan, serta krisis politik di Myanmar harus menjadi agenda kita bersama,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 23 Sep 2021 13:06 WIB

Author

Dwi Reinjani

Jokowi Singgung Hak Perempuan Afghanistan di Sidang PBB

Presiden Jokowi saat berpidato di sidang umum PBB ke-76, Kamis (23/9/21). (Foto: YouTube Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyinggung beberapa isu global yang saat ini tengah menjadi perbincangan dunia di Sidang Majelis Umum PBB ke-76 secara virtual, Kamis (23/9/2021) pagi. Isu global itu di antaranya hilangnya hak sosial kaum perempuan di Afghanistan dan polemik kudeta Myanmar.

Menurut Jokowi, praktik kekerasan dan marginalisasi yang semakin masif di beberapa negara, harus segera dihentikan.

"Kita harus tetap serius melawan intoleransi konflik terorisme dan perang perdamaian dalam keberagaman. Jaminan Hak perempuan dan kelompok minoritas harus kita tegakkan. Potensi praktik kekerasan dan marginalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina yang semakin jauh dari harapan, serta krisis politik di Myanmar harus menjadi agenda kita bersama," kata Jokowi.

Harapan besar terkait perdamaian di dunia, kata Jokowi harus bisa diwujudkan oleh para pemimpin negara.

Saat Indonesia menjadi Ketua Penyelenggara G20 di 2022 mendatang, kata Jokowi, isu kesetaraan dan lingkungan akan menjadi fokus utama dalam pertemuan itu.

Baca: Sidang Umum PBB, Presiden Jokowi Singgung Kesetaraan Vaksin

"Indonesia akan berupaya agar G20 dapat bekerja untuk kepentingan semua untuk negara maju dan negara berkembang utara dan selatan negara besar dan kecil negara kepulauan dan pulau-pulau kecil di Pasifik serta kelompok rentan yang harus diprioritaskan," jelasnya.

Jokowi mengungkapkan, inklusivitas akan menjadi prioritas pertama kepemimpinan Indonesia di pertemuan G20 nanti.

"Inilah komitmen Indonesia untuk membuktikan no one left behind. Ekonomi hijau dan berkelanjutan juga akan menjadi prioritas. Indonesia paham bahwa Indonesia memiliki nilai yang strategis dalam isu perubahan iklim," ungkapnya.

Ditambahkannya, Indonesia berhasil menurunkan kebakaran hutan sebesar 82 persen pada tahun 2020. "Dengan laju deforestasi yang terendah dalam 20 tahun terakhir," pungkas Joko Widodo.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung