Jokowi Resmikan Bendungan Bendo Senilai Rp1,1 Triliun

"Bendungan yang dibangun dengan biaya Rp1,1 triliun, memiliki kapasitas 43 juta meter kubik (m3), dengan luas genangan 170 hektare serta tinggi Bendungan 74 meter,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Sep 2021 15:37 WIB

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Bendo di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (7/9/21) (Foto: Yout

Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Bendo di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (7/9/21) (Foto: Youtube Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Bendo di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021).

Jokowi meminta masyarakat memanfaatkan bendungan yang dibangun dengan anggaran cukup besar ini.

Kepala negara berharap Bendungan Bedo bisa mengairi seluruh jaringan irigasi dan sawah yang ada di Ponorogo, sehingga, produktivitas pertanian bisa meningkat.

"Pada hari ini Bendungan Bendo sudah selesai dan siap difungsikan. Bendungan yang dibangun dengan biaya Rp1,1 triliun, memiliki kapasitas 43 juta meter kubik (m3), dengan luas genangan 170 hektare serta tinggi Bendungan 74 meter," ujar Jokowi dalam Acara Peresmian di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021).

Nantinya, Bendungan Bendo ini mampu menyediakan irigasi untuk 7.800 hektare sawah.

"Bendungan juga dapat memberi pasokan air baku 370 liter per detik. Serta bisa mengurangi banjir hingga 31 persen," kata Jokowi.

Baca: Jokowi: Bendungan Tapin Kendalikan Banjir dan Perkuat Ketahanan Pangan

Lebih lanjut, ia menambahkan pemerintah akan menyelesaikan 17 bendungan lain di pelbagai daerah di 2021 ini.

"Saat ini sudah 7 bendungan yang telah selesai dan diresmikan," ungkap Jokowi.

Baca juga: Proyek Infrastruktur, Salah Satu Andalan Mempercepat Pemulihan Ekonomi

Selain meresmikan Bendungan Bendo, Presiden Jokowi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi dan vaksinasi pelajar-santri di Ponorogo. Ia juga melakukan teleconferece di sejumlah lokasi vaksinasi di pelbagai daerah di Indonesia.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona