covid-19

Indonesia Perketat Kedatangan WNA dari Amerika dan Turki

Pemeriksaan kedatangan WNA dilakukan di tempat karantina, bukan di bandara.

BERITA | NASIONAL

Senin, 27 Sep 2021 19:23 WIB

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan klaim kasus Covid-19 menurun

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemerintah Indonesia memperketat kedatangan warga negara asing (WNA) dari daerah dengan kecenderungan kasus tinggi Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bakal mengkarantina warga dari negara dengan risiko tinggi.

"Bahwa kedatangan orang asing kami lakukan juga kami pengetatan untuk orang dari daerah-daerah yang kita anggap punya kecenderungan tinggi atau level 4 istilah kita," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (27/9/2021)

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, pemeriksaan kedatangan WNA dilakukan di tempat karantina, bukan di bandara. Dia mengklaim, pemerintah terus memantau secara detail kedatangan WNA setiap dua kali seminggu.

"Terdapat beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Turki, itu juga dalam kategori cukup tinggi. Namun, proses karantina yang selama ini delapan hari, tetap kita lakukan itu. Karena dari hasil epidemiolog, itu dua hari sudah kelihatan reaksi kalau dia kena untuk varian Delta ini," kata Luhut.

Baca juga:

Luhut juga mengingatkan masyarakat tak berpuas diri lantaran kasus aktif, penularan, dan rasio positif di Indonesia telah menunjukkan tren penurunan. Bahkan Luhut menyoroti tingginya mobilitas masyarakat saat ini, setelah adanya pelonggaran.

"Jadi angka-angka ini membuat kita tidak boleh berpuas diri, tapi justru tambah hati-hati. Karena kemarin saya dapat laporan dandim di Pangandaran, lebih 10 ribu orang yang datang tumplek minggu kemarin di Pangandaran. Walaupun sudah diatur. Tapi mungkin orang sudah sangat lelah untuk tinggal di rumah itu. Tinggal pengaturannya kita harus sama-sama perhatikan. Karena ini berbahaya kalau tidak ditangani dengan baik," katanya.

Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali mengklaim, kasus aktif nasional sudah turun 92 persen dari puncak Juli lalu. Angka penularan di sejumlah daerah juga sudah menurun signifikan, salah satunya Pulau Jawa. Luhut juga mengklaim, tes dan pelacakan terus meningkat. 

"Jadi kalau ada orang yang berkomentar kalau yang di-testing itu 30 ribu, sekarang yang di-testing itu rata-rata 170 ribuan per hari. Jadi angka itu cukup oke, walaupun sebenarnya kami target angkanya masih lebih dari itu," ujarnya. 


Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung