covid-19

Cegah Kebocoran Data Pengguna, Pakar Informasi Sarankan Ini

Tetapi yang namanya verifikasi ini juga tidak bisa hanya sekali dan harus reguler, kemudian si penyelenggara pun juga harus terus-menerus mengecek keamanan datanya.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Sep 2021 15:37 WIB

Author

Yovinka Ayu

Cegah Kebocoran Data Pengguna, Pakar Informasi Sarankan Ini

ilustrasi

KBR, Jakarta - Pakar Ilmu Informasi, Ismail Fahmi menyarankan pemerintah terus memeriksa sistem keamanan data secara berkala.

Pernyataan ini ia ungkapkan, menyoroti dugaan kebocoran data pribadi pengguna di aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC), milik Kementerian Kesehatan.

Menurut analisis Ismail Fahmi yang juga pendiri Drone Emprit ini, setiap aplikasi memang memiliki celah keamanan, termasuk eHAC.

“Semua aplikasi diverifikasi oleh BSSN (Badan Siber dan Sandi Nasional). Dari pers rilis kemarin kan kalau enggak salah BSSN sudah ikut ya untuk memverifikasi bahwa sistem yang baru ini aman. Tetapi yang namanya verifikasi ini juga tidak bisa hanya sekali dan harus reguler, kemudian si penyelenggara pun juga harus terus-menerus mengecek keamanan datanya. Kalau mitranya misalnya Telkom, itu mungkin setiap saat harus melaporkan, mingguan biasanya dilaporkan tapi setiap saat harus diamankan itu,” ujar Ismail kepada KBR, Kamis kemarin.

Baca: BSSN Klaim Tak Ada Data di eHac yang Bocor

Ismail juga mengusulkan adanya bug bounty atau pemburu kebocoran, supaya masyarakat bisa ikut membantu menemukan celah keamanan di setiap aplikasi milik pemerintah.

“Jika mereka menemukan kelemahan bukannya di-download datanya, tapi dikasih tahu celahnya di sini tolong ditutup dengan berbagai cara, dan itu diinformasikan kepada yang membuat aplikasi dalam hal in ikan Kominfo dan Kementerian Kesehatan. Dan yang bisa menemukan kebocoran nanti itu dibayar sebagai penggantinya,” jelasnya.

Ismail menambahkan, jika hal tersebut dilakukan akan meningkatkan semangat masyarakat untuk ikut membantu pemerintah dalam menjaga keamanan data di aplikasi.

Baca juga: YLKI: Pemerintah Tak Belajar dari Pengalaman Data Pribadi Bocor

Sebelumnya, sebanyak data 1,3 juta pengguna di aplikasi eHAC diduga bocor. Kebocoran ini diungkap peneliti keamanan siber dari VPNMentor melalui sebuah posting di blog resminya. VPNMentor menyebut kebocoran data ini disebabkan aplikasi eHAC tidak memiliki sistem proteksi yang memadai, sehingga rentan ditembus pihak yang tidak bertanggung jawab.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan