Subsidi Kuota, Menteri Nadiem: Segera Lapor Bila Belum Terima

"Sampaikan nomor ponsel dan daftarkan, dan cek ke operator sekolah untuk memastikan nomor telah terdaftar dan aktif,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 25 Sep 2020 14:23 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Subsidi Kuota, Menteri Nadiem: Segera Lapor Bila Belum Terima

Mendikbud Nadiem Makarim saat Peringatan Hari Aksara Internasional secara daring, di Serang, Banten, Selasa (8/9). (Antara/Asep Fathulrahman)

KBR, Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta para siswa untuk melapor jika belum mendapat bantuan subsidi kuota internet. Laporan bisa disampaikan kepada kepala sekolah di tempat masing-masing.

Subsidi kuota internet ini merupakan bantuan dari pemerintah kepada peserta didik dalam rangka pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kalau masih belum menerima bantuan kuota internet  tahap pertama, segera melapor kepada pimpinan satuan pendidikan dan juga operator sekolah yang ada. Jadi step pertama adalah lapor kepada pimpinan satuan pendidikan, kepada kepala sekolah. Karena mereka adalah yang bertanggung jawab untuk akurasi nomor-nomor tersebut. Sampaikan nomor ponsel dan daftarkan, dan cek ke operator sekolah untuk memastikan nomor telah terdaftar dan aktif," kata Nadiem dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2020).

Mendikbud Nadiem Makarim mengimbau para siswa untuk tidak khawatir jika belum menerima bantuan kuota internet. Subsidi akan disalurkan pada dua tahap di setiap bulannya. Menurutnya, kendala yang banyak ditemui yakni beberapa nomor yang didaftarkan tidak akurat atau tidak aktif.

Jika dalam penyaluran bantuan ditemui indikasi penyimpangan, masyarakat diminta melaporkannya kepada Unit Layanan Terpadu (UPT) Kemendikbud.

Program subsidi kuota internet ini menelan anggaran sebesar Rp7,2 triliun. Besaran subsidi berbeda-beda untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk jenjang SMP hingga SMA sebesar 30 Gb per bulan, sedangkan mahasiswa 45 Gb per bulan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi