PSBB Total, Terawan: Belasan Hotel Siap Tampung Pasien Covid

"Ini bekerja sama dengan jaringan grup Hotel Accor, Novotel, Ibis, dan lain-lain, maupun Tauzia seperti Harris dan sebagainya,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Sep 2020 09:45 WIB

Author

Resky Novianto

PSBB Total, Terawan: Belasan Hotel Siap Tampung Pasien Covid

Petugas dengan alat pelindung diri di beranda di RS Darurat COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3). (Antara/Aditya)

KBR, Jakarta-  Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membuka peluang alihfungsi sementara, belasan hotel bintang dua dan tiga di DKI Jakarta, guna menjadi ruang isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 tanpa gejala maupun gejala ringan. Terawan mengatakan, dari belasan hotel itu, nantinya akan dapat menampung hingga 3.000 pasien. Hotel yang ditunjuk, merupakan hotel yang sudah sepakat bekerja sama terkait penanganan Covid-19.

"Untuk hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta juga dapat dipergunakan untuk isolasi mandiri. Untuk yang tanpa gejala ini jumlahnya ada 10-15 hotel, dengan kapasitas 1.500 kamar atau 3.000 orang. Ini bekerja sama dengan jaringan grup Hotel Accor, Novotel, Ibis, dan lain-lain, maupun Tauzia seperti Harris dan sebagainya," ujar Terawan saat Konferensi Pers setelah Ratas di Istana Negara, Senin (14/9/2020).

Terawan mengatakan, jumlah hotel juga akan dapat bertambah, bila diperlukan.

"Jumlah hotel ini dapat ditambah menjadi 15-30 hotel jika diperlukan. Di samping itu hotel-hotel tersebut juga siap membantu pemerintah bila memerlukan hotel utk isolasi di luar Jakarta," tuturnya.

Hingga 13 September kemarin rumah sakit di DKI Jakarta, ruang isolasi
pasien yang kosong berjumlah 1.088 tempat tidur dari 4.271 tempat tidur
yang ada dan akan ditambah hingga 1.022 tempat tidur. Untuk pasien
dengan gejala berat, terdapat 115 ruang ICU dari 584 tempat tidur ICU
yang ada, dan akan ditambah sebanyak 138 tempat tidur.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Desakan Menunda Pilkada Serentak