PSBB Total, Anies Ingatkan Petugas Tak Terima Suap Tegakkan Protokol Kesehatan

"Saya petugas negara, dan saya tidak menjual kewenangan saya pada Rupiah sebesar apapun,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 15 Sep 2020 08:36 WIB

Author

Wahyu Setiawan

PSBB Total, Anies Ingatkan Petugas Tak Terima Suap Tegakkan Protokol Kesehatan

Satpol PP razia PSBB total di Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (14/9) malam. (Antara/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta-   Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mewanti-wanti jajaran Satpol PP di wilayahnya tidak menerima suap atau imbalan saat menegakkan protokol kesehatan. Penegakkan protokol kesehatan melalui Operasi Yustisi dimulai pada Senin (14/9) dengan melibatkan Satpol PP, dibantu TNI dan Polri.

Anies meminta jajarannya menolak suap yang diberikan oleh tempat-tempat usaha yang terbukti melanggar protokol kesehatan.

"Punya kemampuan ekonomi, melakukan pelanggaran, petugas Satpol PP datang, lalu ditawari: 'bapak ibu sekalian, saya akan berikan imbalan, tolong jangan ditutup'. Pada saat itu, diuji lagi bapak/ibu sekalian. Ujian ini harus bapak/ibu hadapi dengan ketegaran. Dan katakan: 'saya petugas negara, dan saya tidak menjual kewenangan saya pada Rupiah sebesar apapun'," kata Anies saat memberi sambutan dalam Apel Pengawasan dan Penindakan PSBB di Balai Kota, Senin (14/9/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga meminta jajaran Satpol PP untuk sabar saat menegakkan protokol kesehatan. Ia melarang jajarannya melecehkan atau berbuat tidak sopan kepada masyarakat yang melanggar aturan.

"Hormati warga, sampaikan dengan rasa hormat. Saya ingin warga yang diingatkan merasa sedang dilindungi agar mereka merespon dengan baik pula," tambahnya.

Sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta, seseorang yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenai denda mulai Rp250 ribu hingga Rp1 juta. Sementara bagi pelanggar pelaku usaha, bisa dikenai denda mulai dari Rp50 juta hingga maksimal Rp150 juta.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja