Pilkada Serentak, Jokowi Ingatkan TNI Polri Netral

"Saya juga minta penyelenggara pilkada bekerja keras menghasilkan pilkada yang berkualitas, netralitas, profesionalitas dan transparansi."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 08 Sep 2020 13:22 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pilkada Serentak, Jokowi Ingatkan TNI Polri Netral

Ilustrasi: Pendukung menyaksikan proses pendaftaran calon di KPU Asmat, Papua, Minggu (6/9). (Antara/Sevianto Pakiding)

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo, mengingatkan para Birokrat dan anggota TNI serta Polri tidak berpihak dalam pelaksanaan pilkada mendatang. Jokowi meminta para aparat penegak hukum ini mampu bersikap netral, dan menindak tegas para pasangan calon atau peserta yang melakukan pelanggaran dan mengancam persatuan.

“Saya minta kepada aparat birokrasi, TNI dan Polri terus bersikap netral dan tidak memihak pada satu pasangan calon tertentu, dan kedua kita tidak membiarkan, jangan membiarkan penggunaan bahasa-bahasa, penggunaan narasi, penggunaan simbol-simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat. Harus ada ketegasan jangan sampai menggunakan politik-politik identitas, politik SARA karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan, ini yang harus dicegah,” ujar Jokowi saat membuka Rapat Terbatas Pilkada Serentak, Selasa (08/09/2020).

Menurut Jokowi semua elemen masyarakat dan TNI Polri harus mampu mendorong para calon peserta pilkada beradu inovasi dalam bentuk program kerja. Bukan hanya melihat dari strategi kampanye yang biasa. Ia juga meminta agar masyarakat mau mempelajari latar belakang calon sebelum memilihnya.

“Kita mendorong para calon beradu program, kontestasi gagasan, beradu kemampuan untuk menjadi pemimpin daerah dan kita juga harus mendorong masyarakat mempelajari track record calon agar daerah memperoleh pemimpin yang baik, pemimpin terbaik. Saya juga minta penyelenggara pilkada bekerja keras menghasilkan pilkada yang berkualitas, netralitas, profesionalitas dan transparansi. Penyelenggara pilkada berperan besar untuk menjaga kualitas demokrasi kita sekaligus menjaga stabilitas politik di daerah dan penerimaan masyarakat terhadap hasil pilkada yang kita lakukan.” ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Desakan Menunda Pilkada Serentak