Persekusi Ibadah di Bekasi, PGI Desak Pelaku Ditindak

"Karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah sejauh ini untuk menindak perilaku-perilaku intoleran ini gitu. Orang main hakim sendiri dan dibiarkan."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 16 Sep 2020 00:40 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Persekusi Ibadah di Bekasi, PGI Desak Pelaku Ditindak

Tangkapan layar video persekusi ibadah online HKBP Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jabar, Minggu (12/0920).

KBR, Jakarta-  Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyesalkan tindakan intoleransi yang menimpa jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/09). Ketua PGI Gomar Gultom mengatakan, seharusnya aparat kepolisian berani menindak para pelaku intoleran tersebut.

Kata dia, jika tak diusut tuntas, PGI khawatir kejadian ini akan kembali terulang di masa-masa mendatang.

"Karena tidak ada tindakan tegas dari pemerintah sejauh ini untuk menindak perilaku-perilaku intoleran ini gitu. Orang main hakim sendiri dan dibiarkan. Sebetulnya negara punya otoritas untuk menindak orang-orang yang berlaku intoleran seperti ini. Tapi negara tidak lakukan gitu. Akibatnya menular dan orang makin menjadi-jadi," ujar Ketua PGI Gomar Gultom saat dihubungi KBR pada Selasa (15/09/2020).

Gomar menambahkan, tindakan intoleran sudah sering terjadi dalam perkembangan gereja di Indonesia.   Gomar berpesan agar seluruh umat beragama untuk bisa saling menghargai satu sama lain, terutama dalam hal kegiatan beribadah, agar tindakan intoleran seperti yang terjadi pada HKBP di Bekasi tidak terulang kembali.

Sebelumnya, pada Minggu kemarin, terjadi persekusi oleh sejumlah orang, terhadap jemaat HKBP yang sedang beribadat daring. Dalam video yang beredar di media sosial, aktivitas jemaat diganggu dengan suara musik yang sengaja diperdengarkan dari luar rumah ibadat.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kamboja Tetap Tutup Sekolah Hingga Januari 2021

Kondisi Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan Seiring Meningkatnya Kasus Penularan Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabar Lebihi Ambang Batas