Ini Alasan Gubernur Anies Perpanjang PSBB Total di Jakarta

"Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 25 Sep 2020 09:42 WIB

Author

Astri Septiani

Ini Alasan Gubernur Anies Perpanjang PSBB Total di Jakarta

Satpol PP razia kantin saat PSBB total di Cakung, Jakarta, Selasa (15/9). (Antara/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta-  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta. Alasannya masih berpotensi terjadinya kenaikan angka kasus positif COVID-19 jika dilakukan pelonggaran.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020 terkait perlunya perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam penanganan kasus COVID-19.

"Menko Kemaritiman dan Investasi (Marives) menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan," kata Anies. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut saat ini mulai tampak pelandaian kasus positif dan kasus aktif Covid-19 di Jakarta, seiring dengan berkurangnya mobilitas warga saat dilakukan pengetatan PSBB di wilayahnya sejak 14 September lalu. kata dia, pada 12 hari pertama bulan September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49% atau 3.864 kasus.

Pada periode PSBB, yakni 12 hari berikutnya, penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12% atau 1.453 kasus. Menurutnya, jumlah kasus positif bertambah sedikit lebih banyak dari sebelumnya, seiring dengan peningkatan jumlah tes. Namun, jumlah kasus sembuh juga meningkat pesat.

"Jumlah kasus aktif masih bertambah dan perlu menjadi perhatian terutama terkait kapasitas fasilitas kesehatan. Yang juga perlu menjadi perhatian khusus adalah angka kematian yang masih terus meningkat, meski menunjukkan tanda awal pelandaian yang mana tingkat kematian saat ini sebesar 2,5 %,” kata Anies.

Lebih lanjut, Gubernur Anies menjelaskan, pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset (disesuaikan dengan tanggal penularan) dan juga pada nilai  reproduksi virusnya. Pada awal September, nilai Rt Jakarta adalah 1,14 dan saat ini berkurang menjadi 1,10. Artinya, 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 110 orang lainnya. Untuk itu kata dia, penularan harus terus ditekan hingga nilai Rt di bawah 1,00.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi