Menteri Hukum Serahkan Urusan Papua ke Wiranto

"Yang mengurus Papua biar Pak Menkopolhukam, yang harus menyampaikan statement tentang itu. Satu pintu."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 05 Sep 2019 14:04 WIB

Author

Dian Kurniati, Adi Ahdiat

Menteri Hukum Serahkan Urusan Papua ke Wiranto

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kiri), Wapres Jusuf Kalla (tengah), dan Menko Polhukam Wiranto (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (12/8/2019). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)

KBR, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengklaim pemerintah akan mengedepankan dialog dalam penyelesaian konflik Papua.

Meski demikian, ia tak menjelaskan secara detail upaya yang tengah dijalankan pemerintah saat ini.

Menkumham Yasonna juga enggan menanggapi pernyataan Komisaris Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet, yang menyebut ada peningkatan kekerasan di Papua dan Papua Barat.

Ia menyerahkan segala penjelasan detail soal Papua kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.

"Itu pemerintah pasti concern, kita akan lakukan jalan dialog. Yang mengurus Papua biar Pak Menkopolhukam, yang harus menyampaikan statement tentang itu. Satu pintu," kata Menkumham Yasonna Laoly di kantor Lemhannas, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya, Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet turut mengomentari kerusuhan Papua, pada Rabu (4/9/2019).

“Saya merasa terganggu dengan meningkatnya kekerasan di Papua dan Papua Barat selama dua pekan belakangan, terutama dengan adanya kematian beberapa demonstran dan aparat keamanan," kata Michelle.

"Kami telah mendiskusikan keprihatinan kami dengan pihak berwenang Indonesia. Seharusnya tidak ada tempat untuk kekerasan macam itu di Indonesia yang demokratis dan beragam," lanjut Michelle.

Komisioner Tinggi HAM PBB ini kemudian mendorong pemerintah Indonesia agar melindungi aktivis pembela HAM, pelajar, serta jurnalis dari intimidasi. Michelle juga meminta Indonesia menahan diri dari penggunaan kekuatan berlebihan dalam penanganan konflik Papua.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18