KLHK Selidiki 44 Perusahaan Terkait Karhutla

"Polri konsen melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan, baik itu unsur sengaja maupun ada unsur kelalaian.”

BERITA | NASIONAL

Selasa, 17 Sep 2019 13:27 WIB

Author

Adi Ahdiat

KLHK Selidiki 44 Perusahaan Terkait Karhutla

Foto udara kebakaran lahan gambut di area perkebunan sawit milik PT SARI di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/9/2019). (Foto: ANTARA/ManggalaAgni/JJ)

KBR, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang menyelidiki puluhan perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"(KLHK) masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan atau penyelidikan terhadap 44 perusahaan," jelas Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi dalam rilisnya, Selasa (17/9/2019).

Ada juga lima perusahaan terduga pelaku karhutla yang sudah masuk tahap penyidikan, yakni:

  1. PT SKM (Kalimantan Barat)
  2. PT ABP (Kalimantan Barat)
  3. PT AER (Kalimantan Barat)
  4. PT KS (Kalimantan Tengah)
  5. PT IFP (Kalimantan Tengah)

Sebelumnya, KLHK sudah melakukan penyegelan terhadap 48 perusahaan yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Sampai saat ini KLHK bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, dan Polri masih berupaya melakukan pemadaman.


Baca Juga:

September 2019, Luas Kebakaran Hutan 4.100 Kali Lapangan Monas

Akibat Karhutla, 144 Ribu Orang Kena ISPA


Polri Janji Hukum Pelaku Karhutla

Menurut Polri, bencana karhutla nyaris seluruhnya disebabkan karena ulah manusia.

“Pada saat peninjauan Pak Kapolri bersama Panglima TNI di Riau, memang bisa disimpulkan 99 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan itu adalah faktor kemanusiaan,” tegas Humas Polri Dedi Prasetyo di situs resminya, Senin (16/9/2019).

"Polri konsen melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan, baik itu unsur sengaja maupun ada unsur kelalaian,” sambungnya. 

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Mukhlisin: Toleransi adalah Kesadaran

Wildan: Interaksi Langsung dengan Orang yang Berbeda Tumbuhkan Empati

Kabar Baru Jam 14

Bersama Merawat Toleransi Negeri