Kena Asap Karhutla, Malaysia Liburkan Ratusan Sekolah

Wilayah-wilayah yang tercemar asap itu letaknya berdekatan dengan provinsi-provinsi Indonesia yang dilanda karhutla besar.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 18 Sep 2019 12:21 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kena Asap Karhutla, Malaysia Liburkan Ratusan Sekolah

Anak sekolah di Kuala Lumpur, Malaysia, memakai masker supaya terlindung dari paparan kabut asap karhutla, Jumat (13/9/2019). (Foto: ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng)

KBR, Jakarta - Pemerintah Malaysia meliburkan ratusan sekolah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Selasa (17/9/2019).

Rincian sekolah yang diliburkan adalah:

  • Wilayah Sarawak: 298 sekolah
  • Wilayah Selangor: 201 sekolah
  • Wilayah Putrajaya: 25 sekolah
  • Wilayah Negeri Sembilan: 112 sekolah

Menurut maklumat yang dirilis Kementerian Pendidikan Malaysia, total jumlah pelajar yang diliburkan mencapai sekitar 445 ribu orang.

Kementerian Pendidikan Malaysia menyebut, wilayah-wilayah yang diliburkan tadi sudah tercemar asap karhutla, sehingga Indeks Pencemaran Udara (IPU)-nya melebihi 200 atau masuk kategori "sangat tidak sehat".

Sejumlah wilayah Malaysia yang tercemar asap itu letaknya cukup dekat dengan provinsi-provinsi Indonesia yang dilanda karhutla besar.

Wilayah Sarawak misalnya, berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, yang karhutlanya tergolong parah dan sudah melalap sekitar 26 ribu hektare lahan.

Sedangkan wilayah Selangor, Putrajaya dan Negeri Sembilan, berada tepat di seberang Riau, yang karhutlanya tertinggi kedua di Indonesia dan sudah melalap sekitar 49 ribu hektare lahan.


Baca Juga: September 2019, Luas Kebakaran Hutan 4.100 Kali Lapangan Monas


Kasus Sakit Pernapasan Meningkat

Selain memicu penutupan ratusan sekolah, asap karhutla juga membuat kasus sakit pernapasan di Malaysia bertambah.

Menurut Dr Kavitha dari Klinik Nadia Kuala Lumpur, setiap harinya ia bisa menerima 20-30 pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk berdahak, dada sesak, serta pilek. Jumlah pasien itu meningkat dua kali lipat dibanding sebelum ada kabut asap. 

"Pasien dengan asma juga mengalami serangan lebih parah dari biasanya, dan saya dapat memastikan itu karena kabut asap," kata Dr Kavitha, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (13/9/2019).

Di Indonesia sendiri, sampai Minggu (15/9/2019) Kementerian Kesehatan melaporkan sudah ada sekitar 144 ribu orang yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap karhutla.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12