Ibu Kota Baru: Dari Sayembara Nama Sampai Jual Lahan

Lahan dijual seharga Rp 2 juta/m2. Minat?

BERITA | NASIONAL

Selasa, 03 Sep 2019 22:15 WIB

Author

Citra Dyah Prastuti

Ibu Kota Baru: Dari Sayembara Nama Sampai Jual Lahan

Foto aerial kompleks penginapan di kawasan wisata Bukit Bangkirai, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (29/8/2019). Lokasi wisata yang memiliki luas sekitar 1.500 hektar itu menawarkan pemandangan alam hutan hujan tropis di kawas

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan, nama ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur akan disayembarakan.

“Supaya fair, ada kompetisi serta semua orang bisa lihat juga,” katanya dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi, Selasa (3/9/2019) di Istana Merdeka, Jakarta.

Pemerintah akan menyiapkan lahan yang bisa dijual ke masyarakat umum sebesar 30 ribu hektare dari total lahan yang dipatok untuk ibukota.

“Misalnya kita jual Rp 2 juta per meter persegi saja, nanti kita sudah bisa dapat Rp 600 triliun,” kata Jokowi. Angka ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan ibukota baru ini.

Ia menambahkan, penjualan tanah akan dilakukan secara langsung, tidak lewat BUMN. “Ini di ibukota negara lho, siapa yang tidak mau?”

Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi itu, Jokowi juga berbagi konsep ibu kota baru yang ada di kepalanya. Menurut dia, di ibu kota baru akan dibangun kantor-kantor pemerintah, juga masa depan ibu kota dengan visi 100 tahun yang akan datang.

“Kita harus menggeser magnet dari Jakarta,” kata Jokowi.

Konsep ibu kota baru kelak adalah ‘smart metropolis’ di mana pergerakan manusia difokuskan pada jalan kaki, bersepeda dan menggunakan transportasi publik. “Bisa pakai mobil, tapi harus mobil listrik atau mobil ramah lingkungan,” kata Jokowi.

Di ibu kota yang baru kelak juga akan dibangun Silicon Valley-nya Indonesia. “Kita ingin kota yang terintegrasi dengan bidang industri 4.0,” kata Jokowi. ‘

Jokowi memperkirakan, akhir 2023 ini ibu kota sudah bisa pindah ke tempat baru.

Kelak yang akan dibangun lebih dahulu adalah tempat ibadah, istana negara, nursery untuk penghijauan, baru setelah itu membangun kantor kementerian. Mengapa rumah ibadah? “Supaya berkah,” kata Jokowi.

Pekan lalu, Jokowi menetapkan sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Negara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai calon ibu kota baru, menggantikan DKI Jakarta.

Pemerintah mengklaim, Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru memiliki keunggulan, diantaranya memiliki lahan yang luas, minim konflik sosial, hingga potensi bencana alam yang rendah.


Editor: Ardhi Rosyadi   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah