Gempa Ambon-Maluku, BNPB: 6 Meninggal

Jumlah korban akibat gempa yang terjadi di 40 kilometer timur laut Ambon-Maluku itu diperkirakan akan bertambah.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Sep 2019 16:33 WIB

Author

Astri Septiani

Gempa Ambon-Maluku, BNPB: 6 Meninggal

Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tektonik dengan kekuatan 6,5 SR tersebut akibat aktivitas sesar aktif lokal. (Foto: Antara/Izaak Mulyawan)

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 6 orang meninggal dunia dan 4 orang luka-luka akibat gempa bumi bermagnitudo 6.8 yang terjadi Kamis (26/9/2019) pagi. Namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, jumlah korban akibat gempa yang terjadi di 40 kilometer timur laut Ambon-Maluku itu diperkirakan akan bertambah.

"Tadi pagi waktu saya baca saya langsung tahu ini kekuatannya intensitasnya 7 sampai 6. Tujuh itu sangat kuat guncangannya dan 6 itu juga kuat. Apalagi di daerah 10 meter kedalamannya. Di darat 10 kilometer guncangannya 7 sampai 6. Kuat sangat kuat sampi kuat. Itu untuk gedung-gedung yang tidak didesain tahan gempa dipastikan kemungkinan besar rusak atau runtuh," kata Agus di Graha BNPB (26/9/19).

Agus merinci terdapat 4 unit rumah, 3 unit fasilitas pendidikan dan 2 unit fasilitas peribadatan yang rusak.

Ditambahkannya, ada 3 unit perkantoran, 1 unit jembatan, 1 unit fasilitas umum, dan 1 unit bangunan lain yang juga rusak akibat gempa.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?