Dikucilkan Keluarga, 3 Eks Napi Terorisme Kembali ke Jaringan Radikal

Dari sekitar 600 napi teroris yang selama ini sudah bebas setelah proses deradikalisasi, tiga di antaranya balik ke jaringan radikal.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 10 Sep 2019 12:22 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Dikucilkan Keluarga, 3 Eks Napi Terorisme Kembali ke Jaringan Radikal

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri)

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta keluarga tidak mengucilkan bekas pelaku teroris yang telah bebas dari masa hukumannya.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan pengucilan dari keluarga bisa menyebabkan yang bersangkutan kembali menjadi teroris.

Suhardi mengungkap, dari sekitar 600 napi teroris yang selama ini sudah bebas setelah proses deradikalisasi, tiga di antaranya balik ke jaringan radikal.

"Dan perbuatan yang diulangi lagi itu. Setelah kita inventarisir ternyata itu juga kesalahan kita bersama. Misalnya, Juhanda yang pulang dari lapas kembali ke Samarinda, keluarganya menolak karena sudah bikin malu. Dia lalu mengejar anak istrinya ke Parepare, diungsikan istrinya, di-hopeless hidupnya, kembali ke jaringan semula," kata Suhardi ketika menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan BNPT di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Kepala BNPT Suhardi Alius menambahkan, BNPT kini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memantau bekas napiter yang kembali ke masyarakat.

Ia juga berharap ada kerja sama dengan kementerian lain, seperti KKP, untuk membekali bekas napiter dengan keahlian atau keterampilan di bidang kelautan dan perikanan.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Bagaimana Kedaulatan Perempuan atas Tanah bila RUU Pertanahan Disahkan?

Kabar Baru Jam 13

Penolakan RUU Pertanahan di Hari Tani