Demo Makan Korban, Ombudsman Minta Polri Gelar Investigasi Terbuka

"Tadi sudah saya tegaskan, lakukan investigasi terbuka, jangan investigasi sendirian, supaya dipercaya masyarakat."

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Sep 2019 17:43 WIB

Author

Khairunnisa, Adi Ahdiat

Demo Makan Korban, Ombudsman Minta Polri Gelar Investigasi Terbuka

IMM Banyumas menggelar aksi teatrikal mengecam kekerasan aparat yang diduga menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (27/9/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Ombudsman RI meminta Polri menginvestigasi korban demo berujung ricuh yang terjadi sepekan belakangan. Namun, Ketua Ombudsman RI Amzulian menekankan agar investigasi dilakukan secara terbuka.

"Tadi sudah saya tegaskan, lakukan investigasi terbuka, jangan investigasi sendirian, supaya dipercaya masyarakat," kata Ketua Ombudsman Amzulian Rifai dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Amzulian menegaskan bahwa investigasi tersebut adalah kewenangan Polri, yang tidak perlu campur tangan Ombudsman.

"Ombudsman nggak perlu dilibatkan, kita ini mengawasi. Kalau kita bagian dari pengawasan di dalam, seakan-akan nanti kita bertanggung jawab karena kita bagian dari investigasi itu," kata Amzulian.

Sebelumnya, ada dua mahasiswa tewas dalam demonstrasi tolak RUU bermasalah di Kendari, Sulawesi Tenggara. Satu di antaranya, yakni Himawan Randi, tewas karena luka tembak dalam aksi demonstrasi tolah pengesahan RKUHP yang digelar di DPRD Sulawesi Tenggara, pekan lalu. 

Menurut laporan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), ada banyak demonstran di berbagai wilayah yang luka-luka akibat kekerasan aparat dalam unjuk rasa tanggal 23-25 September 2019.

Sampai Kamis (26/9/2019) Kontras sudah menerima 125 aduan demonstran, yang mayoritasnya terkait dengan kekerasan aparat.

Aduan para demonstran itu meliputi tindak penganiayaan, penembakan gas air mata, penangkapan, peluru karet, pelemparan batu, pengeroyokan, serta orang hilang/belum ditemukan.  

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun