Asosiasi Tekstil Minta Safeguard, Ini Kata Menperin

"Karena sekarang impor tekstil itu tinggi sekali"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Sep 2019 10:40 WIB

Author

Dwi Reinjani

Asosiasi Tekstil Minta Safeguard, Ini Kata Menperin

Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan jahitan pesanan pelanggan di kawasan Tambora, Jakarta, Kamis (5/9/2019). (Foto: Antara)

KBR,Jakarta- Menteri perindustrian, Airlangga Hartarto akan mengabulkan permintaan Asosiasi Pertekstilan  untuk memberlakukan safeguard dalam harmonisasi tarif dari hulu hingga hilir. Menurutnya selama ini tarif tekstil cukup tinggi dan membebani pengusaha.

kata dia, ditambah lagi dengan banyaknya kain impor yang masuk membuat industri tekstil Indonesia semakin lesu.

“Safeguard kita akan dorong karena itu harmonisasi. Karena sekarang impor  tekstil itu tinggi sekali dan itu impornya   di tengah. Jadi antara hulu kemudian di tengah kemudian ke hilir, nah itu apa lagi dengan trade war inikan Cina  mencari pasar. Nah pasar yang paling dekat dan besar, menjanjikan kan di Indonesia. Jadi ini harmonisasi tarif dari hulu sampai ke hilir. Ini akan kita bahas dengan kementerian perdagangan dan yang lain, menteri keuangan juga.” Ujar Airlangga, di kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Selasa (10/09/2019).

Salah satu pendorong adanya safeguard menurut Airlangga, lantaran hingga saat ini sudah ada 9 pabrik tekstil  yang terpaksa gulung tikar, mereka tidak mampu bersaing harga dengan kain-kain impor yang jauh lebih murah. Maka dari itu menurut Airlangga, harmonisasi tarif harus diberlakukan agar industri garmen tidak terus terpuruk.

Menurut Airlangga adapun permasalahan yang saat ini dihadapi industri tekstil  meliputi bagian tengah seperti produsen benang, kain, dan printing karena mesin dan teknologi yang digunakan sudah ketinggalan zaman. Selain harmonisasi harga untuk menyelesaikan masalah di tengah, kementerian akan melakukan revitalisasi pada tiga industri tersebut salah satunya pembaharuan teknologi dan mesin.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Season 2 Eps.6: Influencer = Youtuber = Selebgram = Artis?

Makanan dan Minuman Kini Wajib Bersertifikat Halal