Bagikan:

Polda Jateng Imbau Aksi Bela Rohingya Tidak Menumpuk di Magelang

"Rencana aksi yang tadinya di Borobudur itu dipindah. Yang tadinya di Borobudur dipindah ke Masjid An-Nur," kata Juru bicara Polda Jawa Tengah Agung Aris.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 07 Sep 2017 21:58 WIB

Polda Jateng Imbau Aksi Bela Rohingya Tidak Menumpuk di Magelang

Anggota TNI berpatroli mengamankan kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/9/2017). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)

KBR, Semarang - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersama TNI bakal menerjunkan 2.800 personel untuk mengamankan aksi bela Rohingya, yang akan digelar di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/9/2017).

Massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan semula berencana menggelar aksi di Candi Borobudur, Magelang. Namun karena tidak mendapat izin dari kepolisian, aksi dipindah ke Masjid An-Nur yang berlokasi di sekitar Kantor Bupati Magelang.

Jarak Masjid An-Nur ke Candi Borobudur sekitar 1,5 kilometer.

"Rencana aksi yang tadinya di Borobudur itu dipindah. Yang tadinya di Borobudur dipindah ke Masjid An-Nur," kata Juru bicara Polda Jawa Tengah Agung Aris kepada KBR, Kamis (7/9/2017) malam.

Namun, Aris menjelaskan, ormas tetap tidak diperkenankan mengadakan aksi unjuk rasa di tempat ibadah termasuk di masjid. Karena itu, aksi solidaritas Rohingnya akan dilakukan dengan salat Jumat bersama serta penggalangan dana.

Untuk mencegah penumpukan di Magelang, Jawa Tengah, termasuk mencegah massa menuju Candi Borobudur, Polda Jawa Tengah meminta ormas menggelar aksi solidaritas di daerah masing-masing.

Agung Aris mengatakan Polda meminta setiap Polres di kabupaten kota di Jawa Tengah untuk mengimbau kalangan ormas supaya tidak berduyun-duyun membanjiri Magelang.

Misalnya, kata Aris, aksi bela Rohingya di Kota Semarang akan digelar di Jalan Pahlawan, usai salat Jumat.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Komunitas Biboki Lestarikan Tenun Ikat Tradisional

Living Law, Apa Dampaknya Jika Masuk dalam RKUHP?

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending