TKW Diperkosa, Kejaksaan Taiwan Gunakan Video Korban Jerat Pelaku

Korban yang bekerja sebagai pengasuh lansia ini tertekan dan mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Sep 2016 15:26 WIB

Author

Randyka Wijaya

TKW Diperkosa, Kejaksaan Taiwan Gunakan Video Korban Jerat Pelaku

Foto ANTARA



KBR, Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mendampingi pekerja perempuan asal Indonesia (31) yang menjadi korban perkosaan di Taiwan. Sebelumnya, korban yang bekerja sebagai pengasuh lansia ini tertekan dan mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya.

"Sudah langsung otomatis ditangani. Teman-teman di Taiwan itu sudah langsung bergerak. Posisinya sudah di rumah sakit sekarang. Kejadian seperti perkosaan itu bisa menimpa setiap orang, apalagi menimpa TKW. Karena itu pemerintah indonesia pasti akan melakukan advokasi" ungkap Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid saat dihubungi KBR, Senin, 12 September 2016.

Menurut Nusron, pemerintah akan berkomunikasi dengan pemerintah Taiwan terkait penyidikan kasus ini. Indonesia menuntut tersangka perkosaan tersebut bertanggung jawab di hadapan hukum. "Kemudian minta hak-hak psikologisnya dipulihkan. Ini korban kemanusiaan kalau sudah begini," imbuhnya.

Baca juga:

Kemarin, Kejaksaan Thaicung mengajukan permintaan penahanan ke pengadilan setempat untuk tersangka pemerkosaan, demikian laporan dari Kantor Berita Taiwan, CNA. Pemerkosa adalah majikannya sendiri bermarga Hsieh (58). Pria asal Taiwan itu diserahkan ke Jaksa usai diperiksa oleh Kepolisian setempat. Sebelumnya, pelaku sempat kabur usai korban melapor kepada Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan melalui hotline bebas pulsa 1995, khusus untuk pekerja asing.

Saat ini, Kejaksaan Thaicung mempertimbangkan untuk menjadikan video perkosaan tersebut sebagai bukti persidangan. Video ini direkam korban menggunakan telepon genggam. Korban pun sempat mengirimkan rekaman video itu ke agen tempatnya bekerja, namun makelar tenaga kerja asing itu tergeming. Lalu korban memutuskan untuk unggah video perkosaan itu ke kanal berbagi video Youtube. Oleh Youtube video tersebut telah dihapus. (dmr)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17