Soal Penunjukan BG, ICJR: Itu Deal politik-nya Jokowi

"Tapi memang ada kecenderungan agak khawatir, mungkin ya. Bagi beberapa kelompok. Tapi ini kan sudah deal politik-nya Jokowi,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Sep 2016 11:45 WIB

Author

Agus Lukman

Soal Penunjukan BG, ICJR: Itu Deal politik-nya Jokowi

Budi Gunawan. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Institute Criminal Justice Reform (ICJR) menilai Budi Gunawan tidak akan menghadapi banyak masalah terkait pencalonannya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara BIN. Direktur Eksekutif ICJR Supriyadi Widodo Eddyono mengatakan saat ini sulit bagi publik mencari alasan menolak Budi Gunawan, karena kasus rekening gendut yang membelitnya sudah dianggap selesai oleh pengadilan. Supriyadi mengatakan status Budi Gunawan saat ini berbeda dengan dulu ketika dicalonkan sebagai Kapolri dalam status sebagai tersangka.

"Kasus BG yang korupsi itu kan sudah selesai. Jadi harus dicari argumen yang sangat kuat untuk menolak BG sebagai calon Kepala BIN. Tidak ada dasar yang cukup kuat untuk menolak BG. Tapi memang ada kecenderungan agak khawatir, mungkin ya. Bagi beberapa kelompok. Tapi ini kan sudah deal politik-nya Jokowi," kata Supriyadi kepada KBR, Senin (5/9/2016). 

Direktur Eksekutif IJCR Supriyadi Widodo Eddyono yang juga aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mengatakan putusan sidang praperadilan yang membatalkan status tersangka Budi Gunawan pada 2015 lalu sudah mengunci penghentian penyidikan terhadap kasus rekening gendut. Ia menilai dengan tidak adanya lagi persoalan hukum, DPR akan lebih leluasa meloloskan Budi Gunawan. Ia memperkirakan penolakan terhadap Budi Gunawan kali ini tidak akan sebesar ketika Koalisi Masyarakat Sipil menolak pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri pada 2015 lalu.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menunjuk Wakil Kapolri, Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) menggantikan Sutiyoso. Penunjukan ini disampaikan secara resmi melalui surat ke Pimpinan DPR, Jumat (2/9/2016) lalu. 

Editor: Malika

Baca Juga:

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18