Bagikan:

Ratusan Calhaj Ilegal di Filipina, Jokowi Sampaikan Terima Kasih pada Duterte

"Terima kasih atas kerja sama yang telah diberikan Filipina, Presiden Duterte atas masalah, kira-kira ada 700 WNI kita yang sekarang ini sudah berada di Saudi Arabia"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 09 Sep 2016 22:14 WIB

Ratusan Calhaj Ilegal di Filipina, Jokowi Sampaikan Terima Kasih pada Duterte

Ilustrasi: Calon jemaah haji Trenggalek, Jawa Timur. (Foto: KBR/Adhar M.)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte atas kerjasama dalam menangani WNI yang tersangkut kasus haji ilegal di negeri itu. Dua kasus tersebut yakni 177 calon haji WNI ilegal karena berpaspor Filipina dan juga 700 WNI yang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi dengan kuota Filipina.

Presiden Jokowi meminta agar Presiden Duterte dapat membantu agar dua masalah tersebut bisa diselesaikan secepatnya.

"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah diberikan Filipina, Presiden Duterte atas masalah, kira-kira ada 700 WNI kita yang sekarang ini sudah berada di Saudi Arabia menunaikan ibadah haji tetapi lewat kuota dari Filipina, dan tadi, Presiden Duterte juga sudah menyampaikan untuk juga ini bisa diselesaikan bersama-sama," kata Jokowi dalam konferensi pers usai bertemu Presiden Duterte, Jumat (9/92016).

Jokowi juga berterima kasih atas kerjasama Filipina dalam menjaga keamanan Laut Sulu. Kata dia, kedua negara akan melakukan patroli bersama.

"Kita harapkan ke depan sudah tidak ada masalah keamanan lagi di Laut Sulu dan kita akan bersama-sama berpatroli untuk menjamin keamanan di laut itu," kata Jokowi.

Dalam keterangan resminya usai bertemu dengan Presiden Duterte, tidak disinggung adanya pembahasan tentang terpidana mati Mary Jane.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending