Prostitusi Daring, Seorang Anak Terjangkit PMS

"Saya juga tanya apakah obat itu perlu dioles atau obat itu harus ditelan. Rupanya itu obat yang harus ditelan dan seterusnya."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 07 Sep 2016 19:34 WIB

Author

Ade Irmansyah

Prostitusi Daring, Seorang Anak Terjangkit PMS

Ilustrasi (Antara)



KBR, Jakarta- Salah seorang anak   korban prostitusi  diduga terjangkit penyakit menular seksual (PMS). Indikasi itu kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa diketahui saat korban masih diperiksa di Bareskrim Mabes Polri.

Kata dia, saat ini anak tersebut tengah menjalani pengobatan intensif di rumah sakit.

"Saya mendapatkan informasi indikasinya kemungkinan salah satu dari jenis PMS. Saya mungkin gak sebut di sini ya, sudah dari di Bareskrim dan kemudian tes kesehatan kembali dan akhirnya satu dari 7 Anak itu memang harus mendapatkan obat dr Rumah Sakit Kramat Jati. Saya juga tanya apakah obat itu perlu dioles atau obat itu harus ditelan. Rupanya itu obat yang harus ditelan dan seterusnya. Ini memang sebetulnya indikasi awalnya saya sudah sempat dapat informasi ketika masih di Bareskrim," ucapnya kepada wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (07/09).

Mensos  menghimbau agar para orang tua tak gagap teknologi atau gaptek agar aktifitas anak di dunia maya bisa diawasi. Dengan begitu dia berharap, praktik prostitusi anak melalui daring pun dapat dicegah. Pasalnya menurut dia, hasil dari penyelidikan mengungkap praktik prostitusi anak di bawah umur ini dilakukan melalui gadget.

"Jadi hari ini orang tua yang sudah sangat baik, yang sudah memonitor kehidupan anak-anaknya ternyata lingkungan diluar itu harus diwaspadai. Ganas lingkungan di luar ini kalau tidak diikuti monitoring. Jadi tetap pembelajaran-pembelajaran baik di rumah tetap harus diikuti monitoring, Nak di mana setiap saat nak dimana dan seterusnya," ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya sudah memindahkan 7 anak korban prostitusi di Bogor, Jawa Barat ke rumah pusat rehabilitasi Kementerian Sosial. Kata dia, mereka akan menjalani pemulihan psikologis. Dia meminta orangtua aktif memberi dukungan dengan berkunjung langsung ke rumah penyembuhan trauma center (RPTC). Menurut dia hal itu sangat penting. Pasalnya ketujuh anak tersebut begitu menyesal atas peristiwa yang menimpanya.

"Saya sampaikan kepada keluarga bahwa anaknya ini tidak ditahan, anaknya ini harus mendapatkan proses pemulihan supaya nanti ketika kembali bersama keluarga mereka sudah dalam kondisi yang siap untuk reintegrasi sosial. Kami juga mengajak keluarga untuk sesering mungkin menengok anak-anak mereka supaya tidak ada merasa bersalah yang berlebihan dari mereka. Dan penerimaan anggota keluarga meskipun anggota keluarga sempat kecewa diawalnya, kaget di awalnya mereka harus menerima bahwa ini anaknya adalah korban," tambahnya.

Sebelumnya, Kepolisian Indonesia   membongkar praktek prostitusi anak melalui daring.  Kepolisian telah menetapkan 3 tersangka dalam kasus ini.Penelusuran tim cyber patrol di dunia maya   menemukan akun Facebook milik AR yang menampilkan foto-foto korban dengan tarif yang telah ditentukan.

Atas perbuatannya, AR diancam pasal berlapis terkait Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Belgia Kewalahan Hadapi Gelombang Pandemi

Penerimaan Masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 Masih Rendah

Ronde 6 - Petani Tembakau

Kabar Baru Jam 8