OTT Suap Banyuasin, Ini Alasan KPK Bidik Ayah Bupati

"Semua yang berhubungan dengan bupati atau kasus ini pasti diperiksa. YAF Bupati sejak 2013 sampai saat ini. Konon ayahnya 2003-2013 Amiruddin menjabat sebelumnya,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Sep 2016 21:39 WIB

Author

Randyka Wijaya

OTT Suap Banyuasin, Ini Alasan KPK Bidik Ayah Bupati

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik bekas Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed. Amiruddin merupakan ayah dari Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.

Pasalnya, Amir telah menjabat sebagai Bupati selama dua periode sejak 2003 hingga 2013. Kemudian, jabatan itu diwarisi oleh anaknya Yan Anton. Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan memeriksa Amir.

"Kemungkinan itu pasti, semua yang berhubungan dengan bupati atau kasus ini pasti diperiksa. YAF Bupati sejak 2013 sampai saat ini. Konon ayahnya 2003-2013 Amiruddin menjabat sebelumnya," kata Basaria di Gedung KPK Jakarta, Senin (05/09/2016).

Kata dia, besar kemungkinan Yan Anton juga bakal dijerat pasal pencucian uang.

"Jadi kalau untuk diterapkan Tindak Pidana Pencucian Uang sangat besar ke arah sana, tapi untuk saat ini belum. Karena kita harus klarifikasi dulu apakah memang benar-benar ada yang dicucikan itu. Tapi kemungkinan itu sangat besar," ujar Basaria.

Kemarin, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. OTT tersebut terkait suap ijon proyek pendidikan di Banyuasin. KPK menyita barang bukti dugaan suap senilai hampir Rp 1 miliar dari hasil OTT tersebut.

KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Di antaranya tersangka pemberi suap, Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami. Sedangkan penerima suap antara lain, Bupati Banyuasin Periode 2013 - 2018 Yan Anton Ferdian, Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah, Rustami, Kepala Dinas Pendidikan, Umar Usman, Kasie Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan, Sutaryo serta Kirman dari kalangan swasta yang bertugas sebagai pengepul dana dari perusahaan. 


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17