KPK Pastikan Awasi Penggunaan Dana PON XIX Jabar

Sudah ada laporan yang masuk ke KPK

BERITA | NASIONAL

Rabu, 21 Sep 2016 20:18 WIB

Author

Ria Apriyani

KPK Pastikan Awasi Penggunaan Dana PON XIX Jabar

Foto: jabarprov.go.id



KBR, Jakarta- KPK menyatakan akan terus mengawasi gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Ketua KPK, Agus Rahardjo, mengaku sempat mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan adanya penyelewengan dalan pembangunan salah satu venue. Namun, ia mengatakan laporan itu belum didalami.

"Enggak, aku belum melihat secara spesifik ya. Tapi pernah ada laporan kalau enggak salah mengenai pembangunan gedung. Ya, ya itu nanti kita dalamilah. Kalau enggak salah itu apa udah ditangani kejaksaan apa belum saya enggak ingat terus terang. Tapi kalau enggak salah ada laporan itu, ya nanti kita dalami saja," ujar Agus di DPR, Rabu (21/9/2016).

Komisioner KPK lainnya, Basaria Pandjaitan justru mengaku belum menerima laporan apa-apa. Namun dia berjanji KPK akan menindak jika ada laporan dari masyarakat. Hingga saat ini KPK hanya melakukan tindakan pencegahan dan pengawasan.

"Oh enggak kami belum sampai kesitu. Nanti kita tunggu kalau ada laporan dari masyarakat," kata Basaria sebelum meninggalkan gedung dewan.

Pekan lalu, seorang jurnalis Tribun Jabar bernama Zezen Zainal mengaku diintimidasi berupa pesan teror dan telepon dari orang asing. Sebelumnya Zezen memberitakan himbauan dari Dirjen Kemenpora agar PB PON berhati-hati dalam penggunaan dana. Sebelumnya, ia juga kerap membuat tulisan yang mengkritik penyelenggaraan PON.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror