Bulog Mengaku Tak Tahu Mitranya Berstatus Terdakwa

Bulog telah mengirim tim ke Padang, Sumatera Barat untuk melakukan pengecekan terkait kasus itu.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 20 Sep 2016 15:01 WIB

Author

Eli Kamilah

Bulog Mengaku Tak Tahu Mitranya Berstatus Terdakwa

Ilustrasi. Gula pasir putih. Foto: Antara



KBR, Jakarta- Badan Urusan Logistik, Bulog, mengaku tidak mengetahui jika Direktur CV SB,  XS,  merupakan terdakwa kasus gula tanpa Standar Nasional Indonesia di Sumatera Barat. Saat ini status XS masih menjalani tahanan kota.

Wahyu mengatakan CV yang baru dua bulan menjadi mitra Bulog itu sempat mengajukan pembelian 3000 ton gula impor.

" (Sebelumnya tidak diketahui jadi tersangka, sedangkan CV SB baru masuk 2016?) kami tidak tahu soal itu. (Jatahnya?) tidak ada kuota, tidak ada jatah. Mereka mengajukan 3000 ton, diberi 1000 ton. (Itu dari Juli baru satu kali pembelian?) iya satu kali pembelian," kata Wahyu kepada KBR, Selasa, (20/9/2016)

Wahyu pun enggan mengomentari kasus hukum yang menimpa XS dengan penyuapan kasus Ketua DPD Irman Gusman. "Itu sudah masuk ke wilayah penyidikan di KPK, saya tidak mau jawab,"ujarnya.

Wahyu mengaku telah mengirim tim ke Padang, Sumatera Barat untuk melakukan pengecekan terkait kasus itu. 

Baca juga:

KPPU Sarankan Hapus Kuota Gula 

Paripurna DPD, Sebagian Tolak Pemberhentian Irman 

OTT Ketua DPD, Kejagung Tak Lindungi Jaksa Farizal 


Sebelumnya, KPK menetapkan Ketua DPD RI Irman Gusman sebagai tersangka setelah tertangkap tangan menerima uang sebesar Rp100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya (SB), XS.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menceritakan awal terbongkarnya kasus suap terkait pengurusan kuota gula impor yang diberikan oleh bulog kepada CV Semesta Berjaya tahun 2016 ini.

Sejumlah penyidik KPK pun sempat menggeledah kantor CV Semesta Berjaya, yang juga rumah XS di Jalan Kilometer 5 Bypass, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu lalu. Dari rumah itu, penyidik terlihat menjinjing tiga buah koper berisi dokumen.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Program Restrukturisasi Jiwasraya

Kabar Baru Jam 8

Kapan Kekebalan Terbentuk Usai Vaksinasi Covid-19?

Kabar Baru Jam 10