Alasan Pemerintah Tetapkan Harga Referensi Pangan

"Harga referensi, supaya masyarakat dan market juga tahu bahwa bahwa referensi yang kami arahkan begini. Tidak berarti begitu terus, karena bisa saja dalam dua bulan misalnya kami turunkan."

BERITA , NASIONAL

Rabu, 14 Sep 2016 20:34 WIB

Author

Dian Kurniati

Alasan Pemerintah  Tetapkan Harga Referensi Pangan

Ilustrasi (foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Jakarta- Pemerintah akan segera menetapkan harga referensi pangan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga referensi pangan itu akan menjadi patokan pasar dalam menetapkan harga komoditas pangan.

Kata Darmin, penetapan harga  akan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan komoditas nasional. Darmin mengklaim, penetapan harga referensi dapat berperan menekan inflasi pada bulan berikutnya.
 
"Harga referensi, supaya masyarakat dan market juga tahu bahwa bahwa referensi yang kami arahkan begini. Tidak berarti begitu terus, karena bisa saja dalam dua bulan misalnya kami turunkan. Tapi berdasarkan situasi sekarang, menteri perdagangan mengusulkan agar dibuat harga refensi baik di  tingkat pengecer maupun di tingkat petani," kata Darmin di Gedung DPR, Rabu (14/09/16).

Darmin mengatakan, harga referensi bisa saja direvisi apabila terjadi perubahan harga yang drastis di pasar atau masyarakat. Meski begitu, kata Darmin, penyesuaian itu tetap harus melewati mekanisme rapat di kementeriannya. Darmin juga menjamin koordinasi antar kementerian dan lembaga akan berlangsung baik saat menentukan harga referensi pangan itu.

Darmin berujar, penetapan harga referensi juga sekaligus untuk menekan inflasi pada bulan setelah pemberlakuan harga itu. Pasalnya, harga akan stabil dan tidak akan bergejolak.

Darmin mencontohkannya dengan daging sapi. Kata dia, harga daging sapi yang selalu bergejolak dan cenderung naik, membuat pemerintah melakukan berbagai cara untuk menekan harga daging per kilogramnya. Menurutnya, strategi yang ditempuh pemerintah biasanya dengan menambah pasokan di pasar melalui importasi. Sehingga, apabila harganya stabil, langkah importasi seperti untuk komoditas daging itu bisa dikurangi.


Editor: Rony Sitangang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18