Agustus 2016, BPS Catat Rupiah Melemah pada Empat Mata Uang

Rupiah melemah dari 0,5 persen hingga 3,41 persen

BERITA | NASIONAL

Kamis, 15 Sep 2016 19:07 WIB

Author

Dian Kurniati

Agustus 2016, BPS Catat Rupiah Melemah pada Empat Mata Uang

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pelemahan nilai tukar atau depresiasi rupiah terhadap empat mata uang yang paling banyak diperjualbelikan di Indonesia. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, empat mata uang itu meliputi dolar amerika serikat, euro, dolar australia, dan yen. Kata dia, ada banyak penyebab terjadinya depresiasi itu, misalnya pertumbuhan ekonomi yang baik di Australia dan pengurangan jumlah pengangguran di Amerika serikat.

"Pada Agustus 2016, dibandingkan Juli 2016, nilai rupiah mengalami represiasi terhadap empat mata uang yang paling banyak diperjualbelikan di Indonesia. Ada banyak penyebab, tapi pada bulan Agustus, salah satu penyebab, kondisi di Amerika Serikat yang tingkat penganggurannya menurun, memberi impact ke berbagai negara sehingga kita terkena," ujar Sasmito di kantornya, Kamis (15/09/16).

Sasmito menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Agustus melemah sebanyak 1 persen. Kata Sasmito, nilai terendah rata-rata rupiah ditingkat eceran terjadi pada minggu kelima Agustus 2016, yakni di level Rp 13.237 per USD. Alasannya menurut dia, terjadinya perbaikan ekonomi di Amerika Serikat, yang ditandai dengan berkurangnya jumlah tenaga kerja di negara itu.  

Ucapnya lagi, kurs rupiah terhadap dolar Australia mengalami depresiasi sebesar 1,59 persen. Alasannya, pertumbuhan ekonomi negara itu tercatat sangat tinggi pada triwulan kedua, yakni 0,5 persen. Adapun terhadap yen Jepang, kurs rupiah melemah hingga 3,41 persen. Menurutnya, nilai tukar yen yang menguat itu karena dampak intervensi pemerintah.

Sementara itu, terhadap euro, rupiah terdepresiasi sebanyak 2,42 persen. Kata Sasmito, penyebabnya adalah pelemahan perekonomian pada beberapa negara anggota Uni Eropa.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18