[Advetorial] Wapres Jusuf Kalla dan Menteri KLHK Canangkan Penanaman Bambu Nasional

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya mencanangkan penanaman bambu nasional

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 10 Sep 2016 12:00 WIB

Author

KBR

[Advetorial] Wapres Jusuf Kalla dan Menteri KLHK Canangkan Penanaman Bambu Nasional

Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri KLHK, Siti Nurbaya mencanangkan penanaman bambu nasional di Sulawesi Selatan. Foto: KBR

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya mencanangkan penanaman bambu nasional di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menteri Siti Nurbaya mengatakan, secara nasional pemerintah menargetkan 100 juta batang bambu.

Sementara di Sulawesi Selatan, ia bersama Gubernur Syahrul Yasin Limpo menargetkan 10 juta batang bambu. Ia optimistis, angka itu akan bisa tercapai dengan dukungan masyarakat, komunitas dan dunia usaha.

"Pencanangan 10 juta dan yang harus kita dukung paling utama adalah pembibitan. Dari pemerintah secara reguler siap 2 juta, tapi kalau lihat gerakan masyarakat, komunitas dan dunia usaha, kok itu bisa kita capai," kata Menteri KLHK, Siti Nurbaya di Makassar, Sabtu (10/9/2016).

"Tapi pertanyaannya, siapa yang bisa hitung? Tadi arahan Pak JK, bahwa ditanam, diukur bibitnya, dicatat yang ditanam, dan diikuti perkembangannya. Maka dalam hal ini, keterlibatan masyarakat unsur paling penting tanamnya, mengontrolnya, dan pemanfaatannya," sambungnya.

Siti mengakui, lahan untuk penanaman bambu itu kondisinya kritis meski tak separah di Riau atau Kalimantan. "Dari sisi hutan, tidak termasuk yang kompleks kayak di Riau," ucap Siti. Dia pun menekankan, penanaman bambu ini harus dimulai sehingga masyarakat akan mengikuti. "Yang penting itu mengajak," imbuhnya.

Di sisi lain, salah satu indikator keberhasilan penghijauan adalah kualitas sungainya. Menurut Siti, jika sungainya biru itu petanda siklus hidrologisnya baik. "Kalau coklat harus waspada. Itu perlu ajak komunitas di dalam hutan bersama pemerintah."

Bambu memiliki banyak manfaat, baik dari sisi ekologi, maupun ekonomi. Dari sisi ekonomi semua bagian tanaman bambu mulai dari akar, batang, daun, kelopak batang hingga rebung (tunas muda) dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan; bahan bangunan, makanan, furniture, bambu lamina, kertas, alat rumah tangga, kerajinan, energy arang, tektil sampai dengan bahan kimia dan obat-obatan.

Akar tanaman dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya banjir dan longsor dan menyerap limbah beracun terutama merkuri melalui serabut-serabut akarnya. Disamping itu, akar bambu mampu mengikat air sehingga bermanfaat sebagai pelestari mata air ataupun sumber-sumber air lainnya.

Satu rumpun bambu mampu menyimpan rata-rata 5.000 liter air, selain itu hutan bambu juga mampu menyerap 50 ton CO2/ha/thn. Dengan fungsi dan manfaat bambu yang sangat baik dan beragam tersebut maka pemanfaatan tanaman bambu untuk tujuan rehabilitasi lahan kritis dan perbaikan lingkungan serta untuk pengembangan industri merupakan pilihan jenis yang sangat tepat dan menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun ekologi.

Hadir pula dalam Pencanangan Penanaman Bambu Nasional, antara lain Menteri Telekomunikasi dan Informatika, Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Gowa, Kepala BRG, serta Unsur dari TNI/Polri. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?