Utang Rp40 T ke Tiongkok, Pimpinan DPR Kritik Menteri Rini

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menduga, kebijakan itu dilakukan tanpa koordinasi dengan Komisi VI DPR yang membidangi masalah BUMN.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 23 Sep 2015 14:24 WIB

Author

Bambang Hari

Utang Rp40 T ke Tiongkok, Pimpinan DPR Kritik Menteri Rini

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto. (Foto: www.dpr.go.id)

KBR, Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengkritik kebijakan Menteri BUMN Rini Soemarno yang mengadakan perjanjian utang dengan Bank asal Tiongkok.

Agus menduga, kebijakan itu dilakukan tanpa koordinasi dengan Komisi VI DPR yang membidangi masalah BUMN.

"Apabila akan berutang dan ataupun sejenisnya tentunya harus dipertimbangkan matang-matang. Dan Menteri Rini seharusnya meminta persetujuan dengan Komisi yang terkait. Tentunya tidak bisa seperti itu, seolah-olah bertindak atas nama dirinya sendiri sebagai menteri. Walaupun BUMN memang menjurus pada profit oriented, namun biar bagaimanapun juga BUMN tetap aset negara," kata Agus.

Agus Hermanto akan segera menanyakan hal ini ke Komisi DPR mengenai perjanjian utang tersebut.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengajak tiga direktur utama bank BUMN ke Beijing, Tiongkok. Di sana mereka menandatangani perjanjian utang dengan Bank Pembangunan Tiongkok, atau CBD.

Dalam perjanjian tersebut disepakati, CBD memberikan utang sekitar Rp42 triliun kepada tiga bank milik pemerintah. Tiga bank itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.

Perjanjian itu akan menambah beban utang membengkak hingga senilai 650 triliun rupiah.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17