TN Ujung Kulon Incar Suaka Cikepuh Sebagai Habitat Baru Badak Jawa

Berdasarkan survei ke sejumlah lokasi, Cikepuh memiliki kemiripan kondisi biofisik yang paling mendekati TN Ujung Kulon.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Sep 2015 22:53 WIB

Author

Ika Manan

TN Ujung Kulon Incar Suaka Cikepuh Sebagai Habitat Baru Badak Jawa

Penampakan Badak Jawa. (Foto: www.dephut.go.id)

KBR, Jakarta - Taman Nasional Ujung Kulon tengah mempertimbangkan Suaka Margasatwa Cikepuh di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat untuk dijadikan habitat kedua bagi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Kepala TN Ujung Kulon Haryono mengatakan berdasarkan survei ke sejumlah lokasi, Cikepuh memiliki kemiripan kondisi biofisik yang paling mendekati TN Ujung Kulon.

Nasib Badak Jawa saat ini tengah terancam di Taman Nasional Ujung Kulon, karena berkurangnya pasokan pakan badak berupa dedauan muda di permukaan. Ini disebabkan karena masifnya perkembangbiakan tanaman langkap atau palem-paleman berukuran tinggi.

Haryono mengatakan untuk menjaga keberlangsungan populasi Badak Jawa di kawasan tersebut, petugas TNUK gencar merapikan tanaman pengganggu pangan badak, yakni tanaman langkap.

"Akan dilakukan pengendalian tanaman langkap di semenanjung Ujung Kulon, artinya langkap akan ditebang pada wilayah-wilayah tertentu dengan tingkat kerapatan tinggi sehingga nanti akan tumbuh jenis pakan badak yang baru. Untuk menebang di wilayah itu, karena itu zonanya adalah zona inti, maka sekarang tahapan pertamanya adalah menurunkan zonasinya, dari zona inti menjadi zona rimba. Supaya di daerah tersebut dapat dijadikan wilayah pembinaan Badak Jawa," kata Haryono.

Haryono menambahkan, kini populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon sebanyak 60 individu. Dari jumlah itu, sebanyak 15 di antaranya mengalami cacat fisik.

WWF Sebelumnya merilis sejumlah ancaman bagi keberlangsungan populasi Badak Jawa. Salah satunya, ancaman berkurangnya pakan badak karena perkembang biakan tanaman langkap.

WWF mendesak pemerintah segera mencarikan habitat baru Badak Jawa. Hingga kini, satu-satunya habitat adalah Taman Nasional Ujung Kulon.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada