Tahun Depan, Internet Ngebut 4G LTE Sudah Bisa Dinikmati

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah sedang mengebut penyelesaian jaringan 4G LTE di Jawa.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 29 Sep 2015 14:54 WIB

Author

Wydia Angga

Tahun Depan, Internet Ngebut 4G LTE Sudah Bisa Dinikmati

Menara Base Transceiver Station (BTS) layanan operator seluler. (Foto: web.kominfo.go.id)

KBR, Jakarta - Mulai tahun depan, masyarakat sudah bisa menikmati layanan internet supercepat kelas 4G LTE (long term evolution), khususnya yang tinggal di Jakarta.

4G LTE merupakan akses layanan internet berkecepatan tinggi. Layanan ini bisa diakses menggunakan kartu SIM dan perangkat (gadget) yang sudah mendukung 4G.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah sedang mengebut penyelesaian jaringan 4G LTE di Jawa.

Jaringan 4G dimulai dari Jakarta karena ibu kota memiliki BTS paling banyak dibanding kota lain. Rudiantara menyebutkan targetnya selesai akhir tahun ini.

"Per 1 januari 2016 masyarakat sudah dapat menikmati layanan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz," kata Rudiantara (29/9/2015).

Rencana kebijakan pemerintah di bidang telekomunikasi dan broadband itu diungkapkan Rudiantara dalam rapat kerja bersama komisi I DPR RI siang ini.  

Rudiantara menambahkan, penggunaan frekuensi 1.800 Mhz dinilainya paling baik karena negara-negara lain juga menggunakannya.

Sebelumnya, pemerintah hanya membuka izin 4G LTE di spektrum 900 MHz. Namun izin ini tidak menarik minat operator selular karena lebar pita (bandwith) terbatas, hanya sekitar 25 MHz saja untuk selular. Sedangkan alokasi di spektrum itu dibagi untuk tiga operator selular.

Menkominfo Rudiantara kemudian sempat berjanji layanan internet 4G LTE akan bisa tersedia di frekwensi 1800 MHz secara komersial pada semester kedua 2015.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14