Suciwati: Jokowi Seharusnya Bentuk Tim Baru Kasus Munir

Istri Munir, Suciwati mengatakan berbekal rekomendasi TPF di era Presiden SBY, Jokowi seharusnya bisa membentuk tim baru dengan melibatkan lembaga independen untuk menuntaskan kasus Munir.

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Sep 2015 19:04 WIB

Author

Iriene Natalia

Suciwati: Jokowi Seharusnya Bentuk Tim Baru Kasus Munir

Peringatan 11 tahun pembunuhan Munir. (Foto: KBR)

KBR, Jakarta - Pemerintah diminta segera melaksanakan rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib. 

Hari ini Senin (7/9) tepat 11 tahun tragedi pembunuhan aktivis HAM, Munir. 

Istri Munir, Suciwati mengatakan berbekal rekomendasi TPF di era Presiden SBY, Jokowi seharusnya bisa membentuk tim baru dengan melibatkan lembaga independen untuk menuntaskan kasus Munir. 

Suciwati mendesak agar Jokowi juga berani menjerat bekas Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono.

"Saya pikir dia (Jokowi) bisa mulai dengan menindaklanjuti hasil penemuan Tim Pencari Fakta (TPF). Disitu dia bisa mulai pembentukan tim baru, tim independen untuk penyelesaian kasus, apakah itu lewat bentukan di kepolisian. Dan seperti yang kemarin apakah saat itu disinergikan dengan kejaksaan, lembaga-lembaga yang memang terkait dengan penegakan hukum. Itu tantangannya," kata Suciwati.

Suciwati menyebut, dalang pembunuhan Munir adalah orang yang luar biasa. Bahkan presiden sekalipun sejak era SBY tidak berani merekomendasikan orang tersebut ke ranah hukum.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut pemerintahan periode lalu dan Pemerintahan Joko Widodo kini berkewajiban menuntaskan kasus Munir. Namun terkait pengungkapan siapa dalang atau otak pembunuhan Munir, Pramono menegaskan itu adalah tugas penegak hukum. 

Pada masa pemerintahan lalu, menurut Pramono, sejumlah tersangka pembunuh Munir sudah diadili. Namun terkait dalangnya, Pramono percaya perhatian dunia bisa menekan penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus Munir.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?