Rencana Bangun Taman di Jawa Barat, MNC Diminta Dialog Dengan Warga Terdampak

Lahan tersebut memang milik perusahaan, tetapi telah disewakan dan digarap warga sejak masa penjajahan Belanda.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 19 Sep 2015 21:24 WIB

Author

Ninik Yuniati

Rencana Bangun Taman di Jawa Barat, MNC Diminta Dialog Dengan Warga Terdampak

Taman Nasional. (Foto: PortalKBR)

KBR, Jakarta - Rimbawan Muda Indonesia (RMI) meminta perusahaan MNC membuka dialog dengan warga terdampak rencana pembangunan taman wisata di Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat.

Manajer Program RMI Bogor Ila Mardhatillah mengatakan, setidaknya 3000an petani akan kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal. Lahan tersebut memang milik perusahaan, tetapi telah disewakan dan digarap warga sejak masa penjajahan Belanda.

"Ada lah kesempatan untuk negosiasi-negosiasi misalnya, petani mungkin masih bisa di sebelah mana. Selalu kan yang dibilang, nanti kami akan membuka lapangan pekerjaan, tapi bukan mereka, bukan orang-orang situ yang akan jadi pekerja. Kalau pun iya, kan paling cleaning service. Kita pengen, ini-nya jelas, seperti apa, terus kemudian memang perizinan-perizinannya, apalagi kalau semua sudah selesai, amdalnya bagaimana, KLHS-nya bagaimana," kata Ila kepada KBR, Sabtu, (19/9).

Perusahaan MNC milik Harry Tanoe itu rencananya akan membangun taman wisata terpadu yang disebut-sebut mirip Disneyland. Taman ini dibangun di atas lahan 2000 hektar, di kawasan Lido, Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat. MNC menyatakan bekerja sama dengan pebisnis dan kandidat presiden Amerika Serikat, Donald Trump.


Editor: Sindu D
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror