Pengamat: Pemerintahan Jokowi Sedang Pertaruhkan Citra

Pemerintah harus kebijakan yang mendatangkan investasi dana segar. Selama sembilan bulan ini Indonesia kehilangan dana segar investasi asing.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 09 Sep 2015 17:11 WIB

Author

Yudi Rachman

Pengamat: Pemerintahan Jokowi Sedang Pertaruhkan Citra

Ilustrasi. (Foto: ekon.go.id)

KBR, Jakarta - Citra pemerintahan Jokowi dipertaruhkan melalui paket kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan Presiden Jokowi hari ini.

Pengamat Ekonomi INDEF Sugiyono menilai ada empat kebijakan ekonomi yang harus dilakukan pemerintah.

Pertama, membuat kebijakan yang mendatangkan investasi dana segar. Sugiyono mengatakan selama sembilan bulan ini Indonesia kehilangan dana segar investasi asing.

Selain itu, perlu juga ada evaluasi kebijakan pembangunan infrastruktur agar keuangan negara tidak terbebani.

"Ini tantangan sekali bagi Pak Jokowi karena menggunakan Nawacita dan Trisakti. Kemandirian dihadapkan pada situasi dimana kita harus dapat menerima internasional untuk bisa melakukan investasi di Indonesia. Agak berbeda dengan kemandirian, harus bisa menerima bangsa lain kalau tidak kita akan lebih terpuruk. Jadi itu sebetulnya ada di aturan detailnya bukan aturan yang besar-besarnya," jelas Pengamat Ekonomi INDEF Sugiyono kepada KBR, Rabu (9/9/2015).

Pengamat ekonomi INDEF Sugiyono menambahkan, program deregulasi investasi tidak hanya melakukan kemudahan investasi. Namun juga perlu dipikirkan agar dana investasi asing dapat bertahan lama dan meningkatkan lapangan pekerjaan di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan membuat jaring pengaman sosial agar pelemahan ekonomi tidak berdampak parah bagi sosial masyarakat.

Presiden Joko Widodo hari ini akan menyampaikan paket kebijakan ekonomi untuk mengatasi kondisi ekonomi yang memburuk akibat situasi global.

Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan ada tiga hal yang akan menjadi sorotan pemerintah lewat paket kebijakan ekonomi, yaitu penguatan ekonomi makro, penguatan daya saing ekonomi nasional dan pemberdayaan ekonomi rakyat

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Foto Ikatan Besar Mahasiswa UI Tidak Akui Jokowi - Ma'ruf Hoaks

Jokowi Didesak Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM di Periode Kedua

Kanker Payudara dan Tubuh Perempuan

Kabar Baru Jam 15