Bagikan:

Pemerintah Verifikasi 270-an Perusahaan Terduga Pembakar Lahan

Kementerian menargetkan, analisa akan rampung pada akhir tahun ini. Ia memperkirakan pekan depan akan selesai setidaknya analisis empat perusahaan.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Sep 2015 18:23 WIB

Author

Luzi Diamanda

Pemerintah Verifikasi 270-an Perusahaan Terduga Pembakar Lahan

Ilustrasi. Kebakaran hutan dan lahan. (Foto: www.dephut.go.id)

KBR, Pekanbaru - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menerjunkan tim gabungan untuk memverifikasi dan menganalisa pelanggaran yang diduga dilakukan 276 perusahaan pembakar hutan dan lahan.

Kementerian menargetkan, analisa akan rampung pada akhir tahun ini. Ia memperkirakan pekan depan akan selesai setidaknya analisis empat perusahaan.

"Setelah dapat 276 itu, kami lalu mendapatkan profilnya. Kami sekarang sedang mengerjakan beberapa profil itu, sampai tadi malam. Kita teliti terus-menerus," kata Siti Nurbaya.

"Nanti kami juga akan menurunkan 70 orang PPLH (Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup), 116 orang pengawas ekosistem hutan dan 48 orang polisi hutan. Tapi itu akan dilatih dulu pada Rabu mendatang, baru diterjunkan ke lapangan secara serentak, secara paralel," jelas Siti.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sedang mempelajari dugaan pelanggaran terhadap sekitar 276 entitas, termasuk perusahaan, korporasi maupun pemilik hak guna usaha yang diduga menyebabkan kabut asap.

Setelah mempelajari profil perusahaan, selanjutnya akan terlihat tingkat pelanggaran dan penentuan kadar sanksi. Mulai dari sanksi ringan hingga pembekuan perusahaan.

Siti Nurbaya menyebutkan, profil yang paling kacau (terjadi dugaan pelanggaran) adalah badan usaha perkebunan sawit yang izinnya dikeluarkan bupati.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending