Bagikan:

Pemerintah Resmi Hapus L/C Bagi Eksportir Migas

Kewajiban ini sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan sejak April 2015 dengan tujuan agar transaksi dan devisa hasil ekspor tercatat dengan baik dan transparan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Sep 2015 12:34 WIB

Pemerintah Resmi Hapus L/C Bagi Eksportir Migas

Menteri ESDM, Sudirman Said. (ANTARA FOTO)

KBR, Jakarta- Pemerintah resmi menghapus kewajiban penggunaan Letter of Credit (L/C) bagi eksportir produk migas. Kewajiban ini sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan sejak April 2015 dengan tujuan agar transaksi dan devisa hasil ekspor tercatat dengan baik dan transparan.

Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan, setelah dikaji, peraturan itu justru menyulitkan eksportir karena harus selalu mengajukan izin pengecualian setiap kali ekspor.

“Peraturan itu dirasa merepotkan bagi para eksportir dan itu kami minta dikecualikan secara permanen. Permendag ini sudah ditandatangani. Dengan begitu ekspor bisa dilakukan lebih lancar dan rasanya akan disambut baik pengusaha migas,” kata Menteri ESDM Sudirman Said dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (10/9/2015).

Penghapusan kewajiban L/C bagi eksportir produk migas ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi di sektor ESDM.

Dengan dihapuskannya kewajiban L/C ini menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja, diyakini kemudahan investasi akan kembali bergairah. Alasannya realisasi investasi di bidang migas pada 2015 baru tercapai US$ 5,9 miliar dari target US$ 24,8 miliar. Stimulus ini juga diharapkan dapat mewujudkan target investasi pada 2016 sebesar US$  26,7 miliar tercapai.


Editor : Sasmito Madrim

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

IPK Anjlok, Indonesia Makin Korup?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending