Pemerintah Diminta Carikan Rumah Baru bagi Badak Jawa Ujung Kulon

Populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon yang saat ini mencapai 60 individu terancam hilang, sebab pakan alaminya harus bersaing dengan pertumbuhan masif tanaman langkap.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 20 Sep 2015 17:35 WIB

Author

Ika Manan

Pemerintah Diminta Carikan Rumah Baru bagi Badak Jawa Ujung Kulon

Ilustrasi. Badak Jawa. (Foto: www.dephut.go.id)

KBR, Jakarta - LSM Lingkungan WWF Indonesia meminta pemerintah segera mencarikan habitat baru bagi populasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Menurut Direktur Konservasi WWF, Arnold Sitompul, populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon yang saat ini mencapai 60 individu terancam hilang, sebab pakan alaminya harus bersaing dengan pertumbuhan masif tanaman langkap.

Tanaman langkap adalah tanaman palem-paleman yang kerap dijadikan bahan baku pembuatan gula aren. Ekspansi pertumbuhan tanaman langkap sangat pesat sehingga mengurangi tanaman makanan badak. Badak selama ini mengonsumsi daun-daun muda di permukaan tanah. Sedangkan tanaman langkap bisa mencapai tinggi 10 meter.

Hal lain yang juga harus diwaspadai, menurut Arnold, adalah ancaman bencana alam karena lokasi habitat Badak Jawa dekat dengan Gunung Krakatau.

WWF meminta pemerintah segera mencarikan habitat kedua selain di Ujung Kulon untuk menjamin kelangsungan populasi Badak Jawa di dunia.

Berdasarkan keterangan pers WWF yang diterima KBR, keberlangsungan Badak Sumatera pun, tak kalah penting. Kebakaran lahan, ekspansi lahan perkebunan, penebangan ilegal dan perburuan menjadi ancaman utama pelestarian badak di Sumatera.

WWF menyarankan pemerintah mengambil langkah-langkah konkrit untuk segera menyelamatkan Badak Sumatera.

Dari sembilan kantung populasi Badak Sumatera di Sumatera dan Kalimantan, hanya tersisa empat kantong saja. Hasil studi terakhir menunjukkan, telah terjadi kepunahan lokal, seperti di Taman Nasional Kerinci Seblat, yang sejak 2008 sudah tidak lagi ditemukan Badak Sumatera.

Data terakhir Population and Habitat Viability Assessment (PHVA tahun 2015) mencatat, populasi Badak Sumatera diperkirakan tersisa sekitar 100 individu, di kawasan-kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Way Kambas dan satu kantung populasi yang baru teridentifikasi pada 2013 di Kalimantan Timur.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada