Masalah Pemukiman Tepi Pantai Akan Dibawa Ke Konferensi Perubahan Iklim Dunia

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang akan membawa masalah pemukiman di tepi pantai ke konferensi tersebut.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Sep 2015 10:55 WIB

Author

Yudi Rachman

Masalah Pemukiman Tepi Pantai Akan Dibawa Ke Konferensi Perubahan Iklim Dunia

Pegiat lingkungan membawa instalasi serupa paru-paru raksasa saat Pawai Iklim Massal di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/9)/ANTARA FOTO.

KBR, Jakarta - Pemerintah akan membawa permasalahan pemukiman tepi pantai ke konferensi perubahan iklim dunia di Paris 2015. Bekas menteri lingkungan hidup, Sarwono Kusumaatmaja mengatakan, pemukiman di bibir pantai paling terdampak perubahan iklim, sehingga perlu ada penanganan agar tidak menimbulkan masalah sosial.

Kata dia, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang akan membawa masalah pemukiman di tepi pantai ke konferensi tersebut.

"Sebagian besar dari penduduk kita dan kegiatan ekonomi kita berada di pantai. Pantai ini sangat rentan terhadap perubahan iklim. Diperkirakan kenaikan permukaan air laut sampai 6 meter sampai akhir abad ini bahkan hal ini sudah dirasakan di Jakarta," jelas bekas Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmaja di Jakarta 

Ia mencontohkan masalah di tepi pantai diantaranya masalah kesehatan, air dan perumahan warga di sekitar pantai.

"Di samping itu, adaptasi ini penting karena kalau pantainya terganggu orang akan mengalami kesulitan yang banyak, pemukiman, kesehatan, air, macam-macam lah masalahnya," tambahnya.

Sarwono Kusumaatmaja menambahkan, sebagai negara kepulauan, Indonesia mengkhawatirkan tenggelamnya pulau-pulau kecil akibat naiknya permukaan air laut. Selain itu, pengurangan emisi di sektor transportasi laut, energi dan kehutanan juga akan dibawa ke konferensi tersebut pada November mendatang.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal