Luhut: Rapat dengan Kompolnas Tidak Bahas Buwas

"Tidak ada pembicaraan soal posisi Budi Waseso sebagai Kabareskrim. Benar-benar sama sekali tidak ada," jelasnya.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Sep 2015 20:17 WIB

Author

Bambang Hari

Luhut: Rapat dengan Kompolnas Tidak Bahas Buwas

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Aisyah Khairunnisa/KBR)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan tidak membahas posisi Budi Waseso dalam rapat siang ini. 

Rapat itu dihadiri oleh seluruh anggota Komisi Kepolisian Nasional, Kepala Kepolisian Indonesia Badrodin Haiti, serta  Menteri Hukum dan HAM, Yassonna Laoly. 

Luhut  menyebut, rapat itu dilakukan sebagai bentuk koordinasi antara Kompolnas dan juga Kapolri. Terlebih kata dia, ia baru saja menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kompolnas.

"Oh tidak ada pembicaraan tentang itu. Pertemuan ini memang sudah dirancang sejak minggu lalu. Jadi tidak ada pembicaraan soal posisi Budi Waseso sebagai Kabareskrim. Benar-benar sama sekali tidak ada," jelasnya.

Sejak Kamis (3/9) siang, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggelar pertemuan di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Pertemuan itu dimulai pukul 12.30 WIB.

Agenda utama yang dibahas adalah laporan kerja anggota Kompolnas ke Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Sebab, Menko Polhukam juga menjabat sebagai Ketua Kompolnas.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme